Kukar Siap Menjadi Tuan Rumah Kongres CIOFF Ke 47

img

TENGGARONG,Kutai Kartanegara (Kukar) siap menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Kongres CIOFF ke47 yang dijadwalkan akan dihelat pada akhir Oktober 2017 mendatang.

Sejak 3-6 Maret kemarin, tim CIOFF langsung meninjau sejumlah venue yang akan dijadikan tempat untuk acara nantinya.

Kesiapan pelaksanaan kegiatan itu disampaikan Bupati Rita Widyasari dalam jumpa pers, Senin (6/3/2017) pagi di Pendopo Odah Etam Tenggarong, yang dihadiri Vice President CIOFF Dunia Norbert Mueller.”Tahun 2017 ini adalah tahun ke 5 bagi Kukar dalam kerjasama dengan CIOFF dalam menyandingkan CIOFF dengan festival Erau. CIOFF yang bermarkas di Kota Paris Prancis akan melaksanakan kongres ke 47 di Tenggarong sesuai keputusan pada kongres sebelumnya yakni kongres ke 46 di Piugi Itali.” beber Rita.

Menurut Rita, Kukar di jadikan tuan rumah pilihan dalam Kongres CIOFF ke 47 ini merupakan kebanggaan bagi bangsa Indonesia, bagaimana tidak ini merupakan kali pertama CIOFF melaksanakan kongres di Indonesia khususnya di Tenggarong Kukar.

Kegiatan ini yang bertaraf internasional dan akan dihadiri oleh seluruh negara yang menjadi anggota CIOFF. “Ini akan menjadi moment yang istimewa pula bagi Kabupaten Kukar untuk mengeksplore potensi wisata yang ada di  Tenggarong Kukar” katanya.

Dengan kehadiran negara-negara anggota CIOFF ini pastinya akan menggali potensi dan keistimewaan dibalik wisata dan sejarah tak benda yang ada di Kukar. Diharapkan melalui kongres ini pula nantinya akan membawa banyak manfaat serta Tenggarong Kukar akan lebih dikenal dikelas dunia dalam aspek pariwisata.

“Ini merupakan kesempatan istimewa untuk Kukar memperkenalkan keitimewaan yang dimiliki. Patut menjadi kebanggan yakni Tenggarong Kukar sebagai kerajaan Hindu tertua dan ini telah memproleh pengakuan Dunia. Sehingga melalui kesempatan ini kita akan mempromosikan lebih mengenai potensi besar yang dimiliki Kukar khususnya sektor pariwisata” paparnya.

Dalam hal pariwisata ini perlu diketahui bahwa income yang diperoleh melalui sektor partisiwata di Kukar sudah sangat meningkat dari tahun ketahun dan ini menjadi boost bagi Kukar untuk lebih mengoptimalkan potensi pariwisata.

Diagendakan paling sedikit 40 sampai 100 negara anggota CIOFF yang akan menghadiri kegiatan ini sehingga perlu persiapan yang matang. Dengan hadirnya vice president CIOFF ini dapat menilai dan memberikan masukan guna pembenahan agar Tenggarong benar-benar mendekati layak kesempurnaan untuk menjadi tuan rumah kegiatan yang bertaraf Internasional ini,jelasnya.

Dalam kesempatan ini pula bupati Kukar menegaskan bahwa mengenai terpilihnya Kukar sebgai tuan rumah kongres ini ialah ”kami siap menerima kesempatan istimewa ini di Tenggarong Kukar”ujarnya.

Sementara Norbert Mueller Vice President CIOFF Dunia yang menghadiri konferensi pers ini juga menyampaikan bahwa beliu sangat berterimakasih akan kesediaan Tenggarong Kukar untuk mempersiapkan guna menyambut agenda kongres CIOFF ke 47 yang tentunya bertempat di Tenggarong Kutai Kartanegra.

Dia percaya akan keseriusan dan kemantapan persiapan yang dilakukan dan akan mengoptimalkan segala hal khususnya persiapan menyambut anggota-anggota CIOFF yang akan turut hadir  Di kongres CIOFF ke 47 di tenggarong yang setidaknya bertlanghsung selama lebih kurang 10 hari.

Ini juga merupakan kali pertama bagi Vice President CIOFF melakukan peninjauan kesiapan kongres yang biasanya dilakukan langsung oleh President dan Sekjen CIOFF.

Sehingga menurutnya persiapan ini yang dilakukan sangat terprogram dan mencapai sempurna meskipun ada sedikit koreksi yang juga masih harus dibenahi, namun sejauh tinjauan beliau kesiapan venue kongres mendekati sempurna. Dengan sedikit koreksi dan pembenahan dapat dikatakan Tenggarong Kukar dapat dikatakan siap. CIOFF sendiri tidak hanya mencakup mengenai penyelenggaraan festival tetapi juga menaungi potensi sejarah tak benda yang dimiliki oleh suatu negara sehingga Tenggarong merupakan pilihan tepat,bagaimana tidak disampai memiliki sektor pariwisata istimewa tetap Tenggarong adalah Kerjaan Hindu tertua.

Adapun beberapa tempat yang menjadi tujuan penijauan seperti ialah tempat penyelenggaran Kongres yakni Gedung PKM, untuk hotelnya 3 yaitu Grand Elty, Hotel fatma dan Hotel Lesong Batu untuk akomodasi dan ruang pertemuan,teras Kedaton untuk sesi Foto bersama, Museum Mulawarman, Museum Kayu. Selaku vice presiden beliau meyakini event bertaraf Internasional ini akan berjalan dengan sukses melihat persiapan yang telah ditinjau dan melihat dukungan penuh dari bupati selaku kepala daerah terhadap persiapan event besar ini.

CIOFF sendiri adalah organisasi yang tidak hanya memperhatikan dalam pelestarian festival budaya tetapi juga memperhatikan warisan budaya tak benda yang dimiliki oleh suatu negara. Organisasi yang berdiri tahun 1970 di Prancis yang beranggotakan 103 negara didunia. Dan biasanya setiap bulan oktober diagendakan menjadi pertemuan tahunan untuk anggota CIOFF. Dan tahun ini adalah tahun ke 47 yang akan dilaksanakan di Tenggarong Kukar.

President CIOFF Indonesia Said Rachmat juga menyampaikan kebanggaan akan terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah event  besar berkelas Internasional.

Ini bukan suatu kebetulan namun telah di rencanakan dan di usahakan sejak 2 tahun lalu di Peru,dan terselenggara di tahun 2017 tepatnya Tenggarong Kukar Indonesia menjadi tuan rumah terpilih untuk menjadi penyelenggara kongres tahunan CIOFF dunia.

Bukan menjadi hal yang mudah Indonesia memperoleh kesempatan istimewa ini namun harus melalui beberapa tahapan hingga hadirnya vice president CIOFF langsung meninjau ke Tenggarong Kukar guna memastikan kesanggupan persiapan penyelenggaraan Kongres tahunan ini. Ini menunjukan bahwa dunia sudah mulai percaya terhadap Indonesia.

Diharapkan nantinya lebih dari 40 negara yang bisa hadir mengikuti kongres oktober 2017 mendatang di Tenggarong Kukar. Ditahun ini pula Indonesia memperoleh kesempatan menjadi saksi sejarah pemilihan President CIOFF dunia berikutnya. Diharapkan partisifant yang hadir nanti akan memperoleh ilmu lebih mengenai keistimewaan wisata dan wisata budaya non fisik yang dimiliki Tenggarong Kukar.(aji-poskotakaltimnews.com)