Setahun Kepemimpinan Aulia-Rendi, DPRD Kukar Harapkan Program Kukar Idaman Terbaik Segera Diimplementasikan
Ketua DPRD Kukar,
Aulia Rahman Basri. (foto : Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Setahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin, menjadi momentum evaluasi terhadap pelaksanaan visi Kukar Idaman Terbaik.
DPRD Kukar menilai
tahun pertama pemerintahan masih dapat dimaknai sebagai fase membangun fondasi,
namun pada tahun-tahun berikutnya seluruh program harus mulai diimplementasikan
secara bertahap dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ketua DPRD Kukar
Ahmad Yani mengatakan, pemerintah daerah masih memiliki ruang pada tahun
pertama untuk menyiapkan dasar pelaksanaan program-program prioritas.
"Memang tadi
disampaikan ada 17 program dedikasi sesuai dengan visi Kukar Idaman Terbaik.
Kami berharap seluruh program tersebut dapat berjalan. Tahun ini menurut kami
masih tahap membangun fondasi terlebih dahulu," ujarnya saat di temui di
gedung DPRD Kukar pada Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, fase
pembangunan fondasi tidak boleh berlangsung terlalu lama.
Pemerintah daerah
harus mulai memasuki tahap pelaksanaan program agar manfaatnya dapat dirasakan
secara langsung oleh masyarakat.
"Dua tahun ke
depan, kami berharap tidak lagi sekadar membangun fondasi, tetapi sudah mulai
naik ke tahap implementasi. Artinya, seluruh program tersebut harus benar-benar
dijalankan," tuturnya.
Ia menilai,
pembangunan infrastruktur dasar masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera
dituntaskan.
Selain perbaikan
jalan dan pembangunan jembatan, konektivitas antar wilayah juga perlu menjadi
perhatian karena menjadi salah satu penunjang pertumbuhan ekonomi dan pelayanan
masyarakat.
"Semua itu harus
tuntas dan memang telah terprogram dalam Kukar Idaman Terbaik. Karena itu, kami
memberikan apresiasi," ucapnya.
Meski demikian, Yani
mengingatkan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini menjadi tantangan
tersendiri bagi pemerintah dalam merealisasikan seluruh target pembangunan.
Menurutnya,
diperlukan langkah-langkah antisipatif apabila keterbatasan anggaran berdampak
terhadap rencana tahunan yang telah disusun.
"Harapan kami,
karena semua ini berkaitan dengan anggaran dan kita mengetahui kondisi keuangan
daerah saat ini sedang tidak baik-baik saja, apabila rencana tahunan tersebut
memang terdampak, maka perlu ada upaya-upaya lain," kata dia.
Salah satu opsi yang
dapat dilakukan, lanjutanya, yakni melakukan penyesuaian terhadap perencanaan
pembangunan apabila kondisi fiskal daerah tidak memungkinkan seluruh program
berjalan sesuai target.
Di samping itu,
pemerintah juga diminta menetapkan program-program prioritas yang wajib
diselesaikan.
Ia menyebut,
kolaborasi dengan berbagai pihak juga perlu terus diperkuat agar pelaksanaan
program pembangunan tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.
Menurutnya,
keterlibatan perbankan, perusahaan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya
dapat menjadi dukungan tambahan bagi keberlanjutan program pembangunan di
Kukar.
"Artinya, pihak
ketiga juga bisa ikut merealisasikan program Kukar Idaman Terbaik. Tidak semua
program harus ditanggung melalui anggaran daerah atau APBD. Meskipun APBD tetap
sangat dibutuhkan, kami berharap ada pola kolaborasi yang lebih kuat,"
pungkasnya. (Kriz)