Libur Sekolah Diprediksi Jadi Puncak Kunjungan Wisata di Berau, Dishub Perketat Ramp Check Armada Darat dan Laut untuk Pastikan Keselamatan Penumpang

img

Kepala Dishub Berau, Rusnan Hefni. (foto : sep/fn)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Musim libur semester sekolah yang telah dimulai diperkirakan akan menjadi salah satu periode tersibuk sektor pariwisata di Kabupaten Berau. Libur panjang yang berlangsung hingga Juli mendatang itu diproyeksikan memicu lonjakan kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan di daerah tersebut, seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

 

Kondisi tersebut secara otomatis akan berdampak pada meningkatnya aktivitas transportasi, baik jalur darat maupun laut, yang menjadi akses utama wisatawan menuju lokasi-lokasi wisata di Berau. Seiring dengan itu, aspek keselamatan perjalanan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

 

Menyikapi potensi peningkatan mobilitas masyarakat tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Berau menyiapkan langkah antisipatif melalui pelaksanaan pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check terhadap seluruh armada angkutan penumpang.

 

Kepala Dishub Berau, Rusnan Hefni, menyampaikan bahwa rencana tersebut saat ini telah masuk dalam agenda kerja dinas sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan masyarakat selama periode libur panjang dan padat aktivitas wisata.

 

“Ada rencana itu, nanti diatur,” ujar Rusnan.

 

Menurutnya, tingginya mobilitas masyarakat selama libur sekolah berpotensi meningkatkan risiko di sektor transportasi apabila tidak diimbangi dengan pengawasan ketat terhadap kondisi armada. Oleh karena itu, ramp check dipandang sebagai langkah penting untuk memastikan seluruh kendaraan yang beroperasi benar-benar memenuhi standar kelayakan.

 

Dishub Berau menilai, pengawasan ini menjadi semakin penting mengingat Berau merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur yang kerap mengalami lonjakan pengunjung pada momen libur panjang. Namun demikian, pelaksanaan ramp check tidak dapat dilakukan secara tunggal oleh Dishub Berau. Pemeriksaan kendaraan harus melibatkan koordinasi lintas instansi, mengingat kewenangan moda transportasi terbagi di beberapa sektor.

 

Untuk transportasi laut, Dishub Berau akan bersinergi dengan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Berau yang memiliki kewenangan dalam pengawasan keselamatan pelayaran. Sementara itu, untuk armada transportasi darat seperti bus angkutan penumpang dan Damri, pelaksanaan pemeriksaan akan dilakukan bersama pemerintah provinsi yang memiliki kewenangan teknis pada sektor tersebut.

 

Rusnan menjelaskan bahwa koordinasi tersebut masih terus dimatangkan sebelum penjadwalan resmi ramp check ditetapkan. “Masih diaturkan dengan orang-orang instansi teknisnya lagi,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, kegiatan ramp check sebenarnya merupakan agenda rutin yang biasa dilaksanakan Dishub Berau pada momentum tertentu, seperti Hari Raya Idulfitri serta Natal dan Tahun Baru (Nataru).

 

Namun, melihat potensi peningkatan pergerakan wisatawan pada libur sekolah tahun ini, pengawasan kembali diperketat sebagai langkah pencegahan terhadap risiko kecelakaan lalu lintas maupun insiden di jalur pelayaran.

 

“Pemeriksaan kendaraan diperlukan untuk menunjang keselamatan penumpang,” tegas Rusnan.

 

Ramp check yang direncanakan tidak hanya sebatas pemeriksaan administratif, tetapi juga mencakup pengecekan menyeluruh terhadap kondisi teknis kendaraan, mulai dari sistem pengereman, kelengkapan keselamatan, hingga kesiapan operasional armada di lapangan. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan potensi gangguan teknis yang dapat membahayakan penumpang di tengah tingginya intensitas perjalanan selama musim liburan.

 

Dengan persiapan tersebut, Pemerintah Kabupaten Berau berharap arus wisata selama libur sekolah dapat berlangsung lancar, tertib, dan aman. Selain mendukung sektor pariwisata daerah, langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung. Ke depan, Dishub Berau menegaskan akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar pengawasan keselamatan transportasi tidak hanya bersifat musiman, tetapi menjadi bagian dari sistem pengendalian yang berkelanjutan di daerah.  (sep/FN)