ULD Resmi Hadir di Kukar, Awali Pengembangan Line Dance Secara Terstruktur

img

Pelantikan pengurus ULD Kukar Periode 2026-2031. (Kriz)

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR:  Universal Line Dance (ULD) resmi hadir di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) setelah kepengurusan perdana masa bakti 2026-2031 dilantik oleh Ketua ULD Provinsi Kalimantan Timur, Trimurti Rahayu, di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Sabtu (4/7/2026).

Kehadiran organisasi tersebut menjadi langkah awal membangun pembinaan line dance secara lebih terarah, sekaligus memperluas olahraga rekreasi yang kini semakin diminati masyarakat.

Ketua ULD Kukar yang baru dilantik, Agustina, mengatakan terbentuknya kepengurusan menjadi tonggak penting bagi perkembangan line dance di Kukar. 

Menurutnya, proses pembentukan organisasi mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kukar, serta ULD Provinsi Kalimantan Timur.

"Sejak awal kami berkoordinasi dengan Pemkab Kukar melalui Dispora, sambutan dan dukungannya sangat luar biasa. Demikian juga dukungan dari KORMI sendiri dan ULD Provinsi Kalimantan Timur," ujarnya.

Ia menjelaskan, pelantikan tersebut menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya ULD memiliki kepengurusan resmi di Kukar. 

"Ini pertama kali ULD masuk di Kukar. Sebenarnya untuk Kalimantan Timur sendiri ULD sudah ada sejak 2015, tetapi di Kukar baru terbentuk kepengurusan pada tahun ini," ungkapnya.

Menurut Agustina, line dance bukan sekadar olahraga rekreasi, tetapi juga aktivitas yang mampu melatih kemampuan kognitif. 

Setiap peserta dituntut mengingat rangkaian koreografi yang dilakukan dalam beberapa arah, sehingga melatih konsentrasi dan daya ingat.

"Di dalam gerakannya kami menggunakan hitungan 2 wall atau 4 wall. Artinya ada empat arah dengan koreografi yang sama, sehingga para pegiat harus memiliki konsentrasi dan daya ingat yang baik," jelasnya.

Sebanyak 10 orang pengurus resmi dilantik dalam kesempatan tersebut. Meski baru terbentuk, perkembangan line dance di Kukar dinilai cukup menjanjikan. 

Selama tiga bulan terakhir, sosialisasi yang dilakukan di Tenggarong telah menghimpun sekitar 80 pegiat aktif.

Pada tahap awal, lanjutnya, ULD akan memfokuskan program kerja pada perluasan sosialisasi kepada masyarakat sekaligus memperkuat pembinaan melalui kolaborasi bersama Pemkab Kukar dan KORMI. 

Melalui langkah tersebut, organisasi berharap semakin banyak masyarakat mengenal line dance dan lahir pegiat-pegiat yang siap mengikuti kompetisi.

"Kami akan berusaha memasyarakatkan ULD lebih luas lagi. Kami juga ingin menjaring para pegiat yang memiliki talenta agar bisa mengikuti kompetisi di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional," tuturnya.

Selain membangun prestasi, ULD juga ingin berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui olahraga yang dapat diikuti oleh berbagai kalangan.

"Harapannya ULD dapat memberikan kontribusi yang positif kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, selaras dengan program Bapak Bupati untuk membentuk sumber daya manusia yang sehat dan juga produktif," ucapnya.

Harapan tersebut mendapat dukungan dari Pemkab Kukar. Melalui Dispora, pemerintah memandang kehadiran ULD tidak hanya menambah organisasi olahraga masyarakat, tetapi juga memperkuat pembinaan olahraga rekreasi yang telah berkembang di tengah masyarakat.

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan pelantikan ULD membuat jumlah induk organisasi olahraga (Inorga) di bawah naungan KORMI Kukar kini bertambah menjadi 30 organisasi. 

Menurutnya, line dance selama ini telah dikenal masyarakat, sehingga pembentukan organisasi resmi menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas pembinaan.

"Alhamdulillah hari ini bertambah lagi satu inorga di Kabupaten Kutai Kartanegara di bawah naungan KORMI. Tahun ini sudah tercatat sebanyak 30 inorga yang ada di bawah KORMI Kukar," kata dia.

Aji menilai keberadaan ULD akan memperluas peran olahraga rekreasi dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan bugar. 

Dengan pembinaan yang lebih terarah, organisasi juga diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial dari Kutai Kartanegara.

"Kami berharap dengan keberadaan Inorga ULD ini tentunya bisa membantu pemerintah dalam rangka mencapai masyarakat yang bugar dan sehat. Kami yakin perkembangan olahraga ini di masyarakat cukup besar karena sudah dilakukan secara serius oleh masyarakat Kukar," ujarnya.

Menurutnya, pembinaan yang dilakukan secara berjenjang harus dibarengi dengan penyelenggaraan kompetisi agar para pegiat memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengukur prestasi.

"Kami berharap nanti pada perkembangannya kita dapat melaksanakan event di tingkat kabupaten, kemudian mengikuti event di tingkat provinsi dan nasional. Harapan kami, prestasi itu dapat lahir dari para pegiat line dance yang ada di Kukar," pungkasnya. (kriz)