Distanak Kukar Siapkan Bantuan Ayam Petelur Lengkap dengan Kandang dan Pakan

img

Peternakan ayam petelur BUMDes Batuah Prima Mandiri desa Batuah, Kecamatan Loa Janan. (Doc. Pemkab Kukar)

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Dinas Pertanian Dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tetap melanjutkan program bantuan peternakan pada 2026 meski seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terdampak kebijakan efisiensi anggaran.

Tahun ini, bantuan lebih difokuskan pada pengembangan ayam petelur melalui penyediaan kandang, bibit ayam dan pakan untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distanak, Muhammad Rifani mengatakan, program tersebut nantinya akan menyasar kepada kelompok tani ternak di sejumlah desa yang diproyeksikan mampu menjadi pemasukan telur bagi kebutuhan MBG di wilayah masing-masing.

Bantuan tersebut nantinya akan disiapkan dalam bentuk paket lengkap agar penerima dapat langsung memulai usaha peternakan tanpa harus menambah modal pada tahap awal.

"Harapannya kelompok-kelompok penerima bantuan ini nantinya bisa berkontribusi terhadap pelaksanaan program MBG di tempatnya masing-masing, terutama dalam memenuhi kebutuhan telur," tuturnya saat ditemui di ruangannya pada Jumat (3/7/2026).

Rifani menjelaskan, paket bantuan nantinya kan mencakup kandang, ayam petelur dan pakan yang disiapkan hingga siklus pemeliharaan selama sekitar 16 Minggu.

Setalah memasuki masa produksi, lanjutnya, kelompok tersebut diharapkan mampu untuk melanjutkan usaha secara mandiri dengan memanfaatkan hasil penjualan telur untuk memenuhi kebutuhan operasional berikutnya.

"Ketika bantuan itu selesai, mereka tinggal menyisihkan hasil penjualan telur untuk membeli pakan dan obat-obatan. Jadi usaha ini diharapkan bisa terus berjalan karena ayam petelur tetap berproduksi," ujarnya.

Menurutnya, pengembangan ayam petelur memiliki prospek yang cukup besar karena kebutuhan telur masyarakat Kukar hingga kini masih belum sepenuhnya berasal dari lokal.

Kondisi tersebut, kata dia, membuat pasokan telur di beberapa wilayah masih harus bergantung dari luar daerah.

Bantuan akan disalurkan kepada kelompok tani di sejumlah kecamatan, meliputi Samboja, Anggana, Loa Janan, Loa Kulu, Sebulu, Muara Kaman, Muara Muntai, Muara Wis, hingga Kota Bangun.

Ia menjelaskan, setiap kandang nantinya akan memiliki kapasitas 100 hingga 200 ekor ayam.

Secara keseluruhan, Distanak menyiapkan sekitar 30 hingga 40 unit kandang untuk program tersebut.

Kelompok yang ingin memperoleh bantuan diwajibkan mengajukan permohonan melalui kelompok tani ternak dan menyiapkan lahan sebagai lokasi pembangunan kandang.

Selain itu, Distanak juga mengusulkan pelatihan teknis bagi calon penerima agar mampu mengelola usaha peternakan secara berkelanjutan.

Pelatihan tersebut direncanakan dilaksanakan di UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (PTHMT) Samboja apabila usulan perubahan anggaran disetujui.

"Mudah-mudahan perubahan anggaran ini bisa disetujui, sehingga calon penerima manfaat dapat mengikuti pelatihan teknis beternak ayam di UPT Samboja yang memang sudah mengembangkan ayam petelur," ucapnya.

Ia berharap program bantuan tidak berhenti pada penyaluran semata, tetapi mampu melahirkan peternakan-peternak mandiri yang secara bertahap dapat meningkatkan produksi telur di Kukar hingga mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

"Yang sudah mendapatkan bantuan kami harapkan bisa terus mengembangkan usahanya. Nanti kelompok lain yang belum memperoleh bantuan juga akan kita fasilitasi secara bertahap, sehingga pada akhirnya Kukar bisa mencapai swasembada telur," tutupnya. (kriz)