Pembangunan Jembatan Sungai Payang Masuk Prioritas APBD 2027
RDP dengan membahas Permasalahan Infrastruktur Jembatan Desa Sungai Payang Kecamatan Loa Kulu. (kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan pembangunan Jembatan Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu, menjadi prioritas dalam APBD 2027.
Kepastian diambil
berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pemerintah daerah dan
pihak terkait di Ruang Banmus DPRD Kukar, Rabu (8/7/2026).
RDP digelar sebagai tindak
lanjut atas aspirasi masyarakat terkait kondisi jembatan yang telah berusia sekitar
54 tahun dan menjadi akses utama warga Desa Sungai Payang.
Ketua Umum HMI Komisariat
Fakultas Hukum, Mohammad Risaldi, mengatakan persoalan tersebut kembali
mendapat perhatian setelah pihaknya mengangkat kondisi Jembatan Sungai Payang
melalui sebuah video sekitar tiga pekan lalu.
Dari komunikasi dengan
Dinas Pekerjaan Umum, diketahui pembangunan jembatan sebenarnya telah memiliki
perencanaan, namun belum pernah terealisasi.
"Desain review sudah
ada, perencanaannya juga sudah matang, tinggal eksekusinya. Cuma entah kenapa
tidak pernah terlaksana sampai hari ini," ujarnya.
Menurut Risaldi, jembatan
kayu yang menjadi satu-satunya akses masyarakat itu kini sudah tidak lagi memadai.
Selain fondasinya mulai
terkikis, jembatan juga bergoyang saat dilintasi kendaraan, meski setiap hari
digunakan masyarakat untuk beraktivitas, termasuk mengangkut hasil pertanian
dan perkebunan.
"Setiap kendaraan
melintas jembatannya bergoyang dan mempertaruhkan nyawa. Padahal itu merupakan
satu-satunya akses yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas," kata
dia.
Kondisi tersebut,
lanjutnya, menjadi alasan HMI bersama masyarakat terus mendorong pemerintah
daerah agar pembangunan jembatan segera direalisasikan.
Aspirasi itu kemudian
dibahas dalam RDP dan menghasilkan komitmen DPRD serta pemerintah daerah untuk
menindaklanjuti pembangunan jembatan.
Menanggapi aspirasi
tersebut, Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, menegaskan pembangunan Jembatan Sungai
Payang menjadi perhatian serius DPRD.
Ia mengatakan persoalan
itu telah berlangsung sejak tahun 2000 dan selalu diusulkan melalui Musyawarah
Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), namun belum pernah terealisasi.
"Jembatan tersebut
setiap tahun selalu masuk dalam Musrenbang desa, kecamatan, bahkan kabupaten.
Namun, hingga saat ini juga tidak kunjung dibangun," ujarnya.
Menurut Ahmad Yani,
melalui RDP kali ini DPRD bersama pemerintah daerah telah menyepakati langkah
awal berupa pembaruan desain pada APBD Perubahan 2026, sebelum pembangunan
fisiknya diprioritaskan pada APBD 2027.
"Insyaallah kami DPRD
Kukar memastikan jembatan ini sudah bisa dinikmati oleh masyarakat. Kami
sebagai fungsi penganggaran akan memastikan pembangunan Jembatan Desa Sungai
Payang bisa direalisasikan pada tahun berikutnya," tegasnya.
Ia menegaskan, keberadaan
jembatan tersebut sangat penting karena menjadi akses utama masyarakat
sekaligus penunjang aktivitas ekonomi di wilayah Sungai Payang.
"Apa pun kondisi
keuangan dan fiskal daerah, pembangunan jembatan ini harus menjadi perhatian
karena sangat strategis dan sangat dibutuhkan masyarakat," tuturnya.
Ahmad Yani juga menilai
pembangunan jembatan tidak bisa lagi ditunda mengingat kondisinya yang sudah
memprihatinkan.
"Yang lain boleh
tidak dilakukan, tetapi khusus pembangunan Jembatan Desa Sungai Payang itu
harus jadi dan bisa dinikmati oleh masyarakat," tandasnya.
Komitmen DPRD tersebut
mendapat dukungan dari pemerintah daerah.
Asisten II Bidang Ekonomi
dan Pembangunan Setdakab Kukar, Muhammad Iriyanto, mengatakan hasil RDP akan
segera ditindaklanjuti dengan memperbarui desain jembatan yang pernah disusun
pada 2016 agar sesuai dengan kondisi eksisting di lapangan.
"Hari ini sudah ada
kesepakatan untuk melakukan review design. Walaupun sudah pernah ada pada 2016,
tentu perlu dilakukan penyesuaian dengan kondisi yang ada saat ini,"
sebutnya.
Selain pembaruan desain,
pemerintah daerah bersama seluruh pihak terkait juga akan melakukan observasi
lapangan dalam waktu dekat untuk memastikan rencana pembangunan sesuai
kebutuhan di lokasi.
"Kami juga akan
melakukan observasi ke lokasi dengan menghadirkan semua pihak terkait untuk
melihat kemungkinan perubahan yang diperlukan sebelum pembangunan
dilaksanakan," jelasnya.
Iriyanto berharap seluruh
tahapan dapat berjalan sesuai rencana sehingga pembangunan jembatan dapat
direalisasikan pada 2027 dan memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam
memperlancar mobilitas serta distribusi hasil perkebunan dan pertanian.
"Mudah-mudahan tidak
ada kendala sehingga masyarakat Sungai Payang dapat segera merasakan manfaat
pembangunan jembatan yang lebih kokoh dan permanen," pungkasnya. (kriz)