Dewan Mengajak Seluruh Elemen Masyarakat Untuk Ikut Menjaga Geopark Sangkulirang–Mangkalihat
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Ketua II DPRD Berau, Sumadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga dan mendukung proses penetapan Geopark Sangkulirang–Mangkalihat. Ia berharap momentum visitasi Tim Geopark Nasional dapat dimanfaatkan untuk menunjukkan komitmen daerah dalam mengelola kawasan secara profesional, berkelanjutan, dan berbasis pemberdayaan masyarakat.
“Bagi kami di DPRD
Berau, keberhasilan meraih status Geopark Nasional bukan sekadar menambah
daftar kawasan konservasi di Indonesia. Lebih dari itu, pengakuan tersebut
diharapkan menjadi titik awal lahirnya model pembangunan yang memadukan
pelestarian alam, penguatan identitas budaya, peningkatan kualitas pendidikan,
serta pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata yang
berkelanjutan,” ujarnya, Senin (10/7/2026) di Kantor Dewan Jalan Gatot Subroto
Kelurahan Sei Bedungun.
Menurutnya, apabila
seluruh tahapan penilaian berjalan sesuai harapan, Geopark
Sangkulirang–Mangkalihat dapat menjadi salah satu ikon konservasi dan destinasi
wisata berbasis geologi yang semakin diperhitungkan di tingkat nasional,
sekaligus membawa nama Berau dan Kutai Timur semakin dikenal melalui kekayaan
alam yang dikelola secara bertanggung jawab.
“Imbas nyata
peningkatan jumlah kunjungan wisatawan akan memberikan dampak berantai terhadap
berbagai sektor usaha, seperti jasa pemandu wisata, transportasi, kuliner,
penginapan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang
memasarkan produk khas daerah. Dengan demikian, manfaat keberadaan geopark
tidak hanya dirasakan dari sisi pelestarian alam, tetapi juga mampu memperkuat
ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” terangnya.
Di balik besarnya
peluang yang dapat dihasilkan, Sumadi mengingatkan bahwa seluruh proses
pengembangan kawasan harus tetap mengedepankan prinsip konservasi. Ia menilai
kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan warisan budaya yang dimiliki
Geopark Sangkulirang–Mangkalihat merupakan aset yang tidak dapat tergantikan
sehingga harus dijaga bersama. Pembangunan kawasan tidak boleh mengorbankan
kelestarian lingkungan. Sebaliknya, setiap program yang dijalankan harus mampu
menjaga keseimbangan antara pemanfaatan potensi alam dan perlindungan
ekosistem.
"Ini adalah
warisan yang harus kita jaga bersama. Dukungan seluruh elemen masyarakat sangat
diperlukan agar proses penetapan berjalan lancar dan manfaatnya benar-benar
dapat dirasakan secara luas," tegasnya.
Harapan Kabupaten
Berau dan Kutai Timur untuk mengantongi status Geopark Nasional semakin terbuka
lebar. Setelah melakukan verifikasi lapangan selama lima hari, Tim Verifikator
Geopark Sangkulirang-Mangkalihat menilai kawasan yang memiliki kekayaan geologi,
budaya, dan keanekaragaman hayati tersebut telah menunjukkan kesiapan yang
cukup baik. Bahkan, keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan mengelola kawasan
menjadi nilai paling menonjol selama proses penilaian.
Optimisme tersebut disampaikan Prof. Ir. Mega Fatimah Rosana, M.Sc., Ph.D, Dekan Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran yang juga menjadi anggota Tim Verifikator Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, usai rapat evaluasi di Tanjung Redeb, Jumat (10/7/2026).
Selama proses
verifikasi yang berlangsung pada 6 hingga 10 Juli 2026, tim melakukan
peninjauan ke sejumlah geosite mulai dari Sangatta, Kabupaten Kutai Timur,
hingga berbagai lokasi di Kabupaten Berau. Kunjungan tersebut bertujuan
memastikan kesiapan kawasan sebelum hasilnya dibawa ke forum penilaian lintas
kementerian. (sep/FN/Advertorial)