Dinilai Pengaruhi Minat Orang Tua, MIN 1 Kukar Harapkan Kesetaraan Program Seragam Gratis
Kepala Madrasah MIN 1 Kukar, Iwan Hartono. (Doc. MIN 1 Kukar)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Program seragam sekolah gratis yang diberikan kepada siswa sekolah umum di Kutai Kartanegara (Kukar) membawa harapan bagi banyak keluarga.
Namun, di balik kebijakan itu, muncul
kegelisahan di lingkungan madrasah.
Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kukar
menilai perbedaan pemberian bantuan tersebut mulai memengaruhi pertimbangan
sebagian orang tua dalam menentukan sekolah bagi anaknya, sehingga kesetaraan
program bagi siswa madrasah pun kembali diharapkan.
Kepala Madrasah MIN 1 Kukar, Iwan Hartono,
mengatakan hingga saat ini seluruh sekolah madrasah di Kukar belum menerima
program seragam gratis dari Pemerintah Kabupaten Kukar.
"Kalau di madrasah belum ada. Hampir
semua madrasah di Kukar sampai saat ini belum menerima program seragam
gratis," ujarnya kepada Poskotakaltimnews pada Kamis (16/7/2026).
Ia mengungkapkan bahwa aspirasi tersebut
sebenarnya telah berulang kali disampaikan melalui berbagai forum bersama
Kementerian Agama, bahkan hingga tingkat provinsi.
Harapannya, pemerintah daerah dapat memberikan
perhatian yang sama kepada sekolah umum maupun madrasah.
"Dalam berbagai kegiatan bersama
Kementerian Agama kami sudah sering menyampaikan hal itu. Bahkan sampai ke
tingkat provinsi juga sudah kami sampaikan mengenai harapan agar program
seragam gratis juga bisa menyasar madrasah," jelasnya.
Ia menilai perbedaan pemberian bantuan mulai
berdampak terhadap pertimbangan sebagian orang tua dalam memilih sekolah bagi
anak mereka.
"Ketika sekolah umum mendapat seragam
gratis sementara madrasah tidak, ada orang tua yang kemudian mempertimbangkan
memindahkan anaknya ke sekolah umum," ungkapnya.
Karena itu, pihaknya berharap tidak ada lagi
perbedaan perlakuan terhadap peserta didik hanya karena berada di bawah instansi
yang berbeda.
"Harapan kami, pemerintah daerah tidak
membedakan antara sekolah umum dan madrasah. Sama-sama mendidik anak-anak
Kukar. Jadi kami berharap ada kesetaraan, termasuk dalam pemberian bantuan
seperti program seragam gratis," harapnya.
Meski demikian, minat masyarakat terhadap MIN
1 Kukar masih tergolong tinggi.
Tahun ajaran 2026/2027, madrasah tersebut
menerima 31 siswa baru yang dibagi ke dalam dua rombongan belajar. Saat ini
jumlah peserta didiknya mencapai sekitar 230 orang.
Di sisi lain, Kepala Kantor Kementerian Agama
(Kemenag) Kukar, Ariyadi, mengatakan usulan agar siswa madrasah memperoleh
program seragam gratis telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Kukar
melalui Forum Madrasah.
"Usulan itu sudah pernah kami sampaikan
melalui Forum Madrasah. Harapannya tentu siswa madrasah juga bisa mendapatkan
program seragam gratis," ujarnya.
Ariyadi menjelaskan, hingga tahun ajaran ini
belum ada kebijakan seragam gratis bagi madrasah karena Kementerian Agama
merupakan instansi vertikal yang mengikuti mekanisme pemerintah pusat.
Meski demikian, ia mengapresiasi perhatian
Pemkab Kukar yang selama ini tetap memberikan dukungan kepada madrasah melalui
Bantuan Operasional Sekolah Kabupaten (Boskab).
Menurutnya, belum adanya program seragam gratis
tidak mengurangi minat masyarakat menyekolahkan anak di madrasah.
Penerimaan peserta didik baru tetap berjalan
lancar, sementara sekolah juga memberikan kemudahan pembayaran seragam melalui
sistem cicilan untuk membantu orang tua.
Menurutnya, bantuan seragam merupakan bentuk
dukungan yang baik, namun bukan menjadi penentu utama keberhasilan seorang
siswa.
Ia menyebu, pendidikan yang berkualitas tetap
lahir dari semangat belajar, kedisiplinan, dan akhlak yang baik.
"Fokuslah pada semangat belajar dan rasa
syukur. Pendidikan adalah jalan meraih masa depan yang lebih baik,"
tutupnya. (kriz)