PMII Kukar Desak BGN Kaltim Evaluasi Total SPPG Usai Insiden MBG di Sebulu

img

Kondis terkini di Puskesmas tempat para korban keracunan MBG di rawat. (Doc. Pemerintah Camat Sebulu)

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kutai Kartanegara (Kukar) mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) Kalimantan Timur melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) menyusul insiden gangguan kesehatan yang dialami puluhan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sebulu.

Insiden tersebut menimpa dua sekolah tingkat SD dan peserta Posyandu di Sebulu Modern dan Sebulu Ulu.

Evaluasi diperlukan agar program strategis nasional tersebut tetap berjalan dengan mengedepankan aspek keamanan pangan.

Sekretaris PC PMII Kukar, Akhmad Fikri Zakaria, mengatakan pihaknya mendukung keberlanjutan program MBG karena memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Namun, keselamatan penerima manfaat harus menjadi prioritas utama.

"Kami mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis karena niat mulianya untuk masyarakat. Namun, keselamatan peserta didik dan ibu-anak tetap harus menjadi prioritas di atas segalanya. Peristiwa ini tidak boleh dianggap angin lalu. Kami mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) Cabang Kalimantan Timur untuk segera melakukan evaluasi total terhadap Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG)," ujarnya, Senin (3/8/2026).

Sebagai langkah perbaikan, PMII Kukar meminta BGN melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh rantai pelaksanaan program, mulai dari pengadaan bahan baku, proses pengolahan di dapur umum, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Organisasi tersebut juga mendorong penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang lebih ketat, termasuk menghentikan sementara operasional SPPG apabila ditemukan adanya kelalaian terhadap standar higienitas hingga seluruh prosedur dipastikan memenuhi ketentuan keamanan pangan.

Selain itu, PMII Kukar mengusulkan pengawasan pelaksanaan program dilakukan secara transparan dan kolaboratif dengan melibatkan pihak sekolah, orang tua, serta dinas kesehatan.

Menurutnya, pengawasan bersama diperlukan agar mutu makanan tetap terjaga dan kejadian serupa tidak kembali terulang.

PMII Kukar berharap BGN Kalimantan Timur dapat mengambil langkah cepat, transparan, dan tegas dalam menindaklanjuti insiden tersebut.

Dengan evaluasi dan perbaikan tata kelola yang menyeluruh, program MBG diharapkan tetap dapat berjalan sesuai tujuan luhurnya, yakni menghadirkan asupan gizi yang sehat, aman, dan berkualitas bagi generasi penerus bangsa.

Sementara itu, Camat Sebulu, Edy Fahruddin, menyampaikan sebanyak 46 orang yang terdiri atas murid dan guru menjalani penanganan medis setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis.

Berdasarkan pendataan sementara, 27 orang mendapatkan penanganan di Unit Gawat Darurat (UGD), sedangkan 19 lainnya dirawat di poli anak.

"Kurang lebih sekitar 46 orang yang terdiri dari anak-anak dan guru sudah dilarikan ke puskesmas terdekat. Mengingat sebelum dibagikan, guru yang mencicipi terlebih dahulu makanan tersebut," ungkapnya.

Ia menjelaskan pendistribusian menu MBG di sekolah berlangsung hingga sekitar pukul 09.00 WITA.

Tidak lama setelah menyantap makanan tersebut, sejumlah murid dan guru mulai mengeluhkan mual, muntah, pusing, hingga tubuh lemas sehingga langsung dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.

"Menurut informasi awal, makanannya terasa masam dan pentolnya basi, tapi ini masih belum pasti," tutupnya. (kriz)