Buntut Pembakaran Ruang Rapat, Diskominfo Kukar Panggil Perusahaan Outsourcing
Plt Kepala Diskominfo Kukar, Solihin. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Kasus pembakaran ruang rapat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Kartanegara (Kukar) terus bergulir setelah menyita perhatian luas di media sosial dan pemberitaan di luar Kalimantan Timur.
Diskominfo Kukar kini mengambil
langkah lanjutan dengan memanggil perusahaan penyedia tenaga outsourcing yang
menaungi pekerja yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.
Peristiwa pembakaran ruang
rapat lantai tiga Kantor Diskominfo Kukar pada Selasa (11/8/2026) sebelumnya ramai
diperbincangkan setelah polisi mengungkap dugaan motif yang berkaitan dengan
persoalan bullying di lingkungan kerja.
Kasus tersebut kemudian
menyebar ke berbagai platform media sosial dan turut diberitakan media di
tingkat nasional.
Dalam perkembangan
penanganannya, polisi telah menetapkan MFA, tenaga outsourcing yang bekerja
sebagai operator Command Center, sebagai tersangka.
Polisi menyebut aksi
pembakaran diduga berkaitan dengan kekesalan MFA karena merasa kerap menjadi
bahan olokan, termasuk fotonya yang disebut dijadikan stiker WhatsApp.
Plt Kepala Diskominfo
Kukar, Solihin, membenarkan bahwa pihak yang diduga melakukan pembakaran
merupakan tenaga outsourcing. Ia menyebut perkara tersebut kini berada dalam
pemeriksaan kepolisian.
“Ya, betul dalam
pemeriksaan polisi,” ujarnya saat ditemui pada Jumat (14/8/2026).
Karena status pekerja
berada di bawah perusahaan penyedia jasa, Diskominfo Kukar kemudian memanggil
pihak perusahaan untuk membahas persoalan tersebut.
Menurutnya, perusahaan
memiliki kewenangan terhadap tenaga yang ditempatkannya di Diskominfo.
“Karena dia itu di bawah
PT, ya, perusahaan. Maka perusahaannya sudah kita panggil untuk pembinaan.
Kalau memang nanti terbukti, bisa diberhentikan,” jelasnya.
Solihin mengatakan, pihak
Diskominfo sebelumnya tidak mengetahui adanya persoalan bullying di antara
tenaga outsourcing tersebut.
Persoalan itu, kata dia,
berlangsung di antara sesama tenaga outsourcing dan tidak melibatkan pegawai
Diskominfo.
“Belum tahu lah kita. Itu
kan di antara tenaga outsourcing saja, bukan di tingkat pegawai,” ujarnya.
Kasus yang kemudian meluas
ke media sosial tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi Diskominfo.
Ia mengatakan, ke depan
pihaknya akan meminta perusahaan penyedia tenaga outsourcing lebih berhati-hati
dalam proses perekrutan sekaligus memperhatikan pengelolaan tenaga yang
ditempatkan di lingkungan pemerintah.
“Kita kan selalu
menyampaikan. Kalau di tingkat pegawai sudah sering kita sampaikan. Kemudian
nanti di tingkat outsourcing, nanti juga kepada perusahaannya kita harus lebih
hati-hati lagi dalam merekrut tenaga outsourcing,” tuturnya.
Terkait jumlah orang yang
diduga terlibat dalam persoalan bullying, Solihin belum dapat memastikan.
Ia menyerahkan pendalaman
mengenai hal tersebut kepada kepolisian.
“Wah, itu kita belum tahu.
Karena itu kan nanti komunikasi ke pihak polisi,” kata dia.
Sementara itu, pembakaran
menyebabkan sejumlah fasilitas di ruang rapat mengalami kerusakan.
Diskominfo Kukar masih
menghitung nilai kerugian, dengan estimasi sementara mencapai sekitar Rp2
miliar.
“Kerugiannya itu sekitar,
karena masih menghitung ya, sekitar Rp2 miliaran. Videotron, kursi, meja, itu
masih memakai karpet. Untuk dokumen tidak ada karena itu ruang rapat,”
ungkapnya.
Untuk pemulihan ruang
rapat, Diskominfo Kukar mempertimbangkan kemungkinan penggantian kerugian oleh
pihak yang bersangkutan.
Namun, apabila diperlukan,
perbaikan juga dapat diupayakan menggunakan keuangan daerah karena ruangan
tersebut masih dibutuhkan untuk kegiatan kedinasan.
“Ya, kemungkinan satu,
bisa ganti rugi dari bersangkutan. Atau nanti kalau memang keuangan daerah,
kita kembali lagi, kita coba tentu perbaiki. Karena memang sangat diperlukan
untuk kegiatan rapat-rapat di kantor,” jelasnya.
Ia mengaku terkejut dengan
kejadian tersebut. Pasalnya, pihak yang bersangkutan selama ini dinilai
memiliki sikap yang baik dalam kesehariannya.
“Beliau itu sehari-harinya
sopan, bagus, dan agak pendiam serta disiplin. Iya, kaget kita,” pungkasnya.
(kriz)