Jalan Yos Sudarso Ambles hingga 3 Meter, Akses Tenggarong-Loa Janan Kini Putus Total

img

Kondisi terkini Jalan Yos Sudarso di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu yang ambles hingga sekitar tiga meter dan menyebabkan akses Tenggarong-Loa Janan putus total. (Kriz)

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Jalan Yos Sudarso di RT 04 Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), ambles hingga sekitar tiga meter.

Ruas jalan nasional yang menghubungkan Tenggarong-Loa Janan itu kini tidak dapat dilalui dan membuat arus kendaraan kedua arah terputus total.

Sebagian badan jalan telah terendam air sehingga kendaraan roda empat, kendaraan berat hingga alat berat untuk sementara tidak dapat melintas.

Kerusakan ini menjadi perkembangan terbaru setelah sebelumnya ruas tersebut juga mengalami longsor dan telah mendapat penanganan.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri menyebut kejadian di kawasan Dusun Margasari, Desa Jembayan tersebut sudah berlangsung tiga kali.

“Dua kejadian sebelumnya sudah ditangani dengan baik oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional,” ujarnya saat meninjau kawasan terdampak pada Sabtu (15/8/2026).

Pemerintah daerah bersama BPJN Kaltim kini tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk membuka kembali jalur tersebut.

Salah satu opsi yang disiapkan adalah pemasangan jembatan Bailey yang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua bulan.

“Kalau untuk pemasangan jembatan Bailey tadi, informasinya sekitar dua bulan. Tetapi sebelum sampai ke tahap itu, teman-teman sudah mulai melakukan penanganan,” sebutnya.

Sambil menunggu jembatan tersebut terpasang, kendaraan besar akan dialihkan melalui jalur lain agar distribusi logistik tidak sepenuhnya terganggu.

Rekayasa lalu lintas juga akan dibahas bersama kepolisian untuk menentukan pola pengalihan yang dapat digunakan.

“Untuk kendaraan besar, sementara akan dialihkan melalui jalur seberang agar tidak bergantung pada jalur yang terdampak longsor,” kata dia

Selain persoalan lalu lintas, keselamatan warga sekitar turut menjadi perhatian karena jalur alternatif di belakang titik kerusakan memiliki medan yang cukup ekstrem.

Ia meminta agar warga yang bermukim di sekitar kawasan tersebut untuk mengungsi terlebih dahulu.

“Sebaiknya mengungsi terlebih dahulu karena kami khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, terutama pada malam hari,” tegasnya.

Dari sisi teknis, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Ti, Dedi Junaidi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengamanan di sekitar titik yang mengalami penurunan dan mempersiapkan material serta peralatan untuk pekerjaan lanjutan.

“Insyaallah minggu depan kami sudah mulai bergerak untuk melakukan penanganan. Saat ini kami masih mempersiapkan proses pengangkutan material dan peralatan dari Bali ke lokasi,” ujarnya.

BPJN juga mengupayakan jalur fungsional untuk digunakan sebagai solusi sementara sebelum pekerjaan utama selesai.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi dampak terputusnya ruas nasional itu terhadap mobilitas warga dan barang.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kukar, Muhammad Irianto mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba melewati titik yang mengalami kerusakan.

Jalur alternatif di sekitar kawasan tersebut hanya diperuntukkan bagi warga lokal, sedangkan pengguna jalan umum diarahkan melalui Samarinda.

“Untuk sementara, kendaraan yang hendak menuju Tenggarong dari arah Samarinda maupun sebaliknya harus menggunakan jalur alternatif melalui Kota Samarinda,” kata dia.

Pengalihan berlaku dari kedua arah, termasuk bagi kendaraan berat dan alat berat yang belum diperbolehkan melewati ruas tersebut.

Pemerintah daerah masih berkoordinasi untuk mencari jalur lain yang dapat digunakan bagi pergerakan orang dan barang.

“Dalam waktu dekat, kami akan menginformasikan perkembangan terkini agar tersedia alternatif jalan yang dapat memperlancar arus orang dan barang. Termasuk jenis kendaraan yang diperbolehkan melintas maupun yang belum diperbolehkan,” pungkasnya. (kriz)