35 Paskibraka Berau Dikukuhkan Jelang HUT ke-81 RI, Bupati Sri Juniarsih : Tugas Tak Berakhir Setelah Sang Merah Putih Berkibar
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Sebanyak 35 putra-putri terbaik Kabupaten Berau resmi dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), Sabtu malam (15/8/2026).
Bupati Berau Sri
Juniarsih Mas menegaskan menjadi Paskibraka bukan sekadar mendapat kehormatan
mengibarkan Sang Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik
Indonesia. Ada tanggung jawab yang jauh lebih panjang setelah upacara selesai.
Pesan itu disampaikan
Sri Juniarsih saat mengukuhkan 35 anggota Paskibraka Kabupaten Berau di Balai
Mufakat. Para Paskibraka tersebut akan bertugas pada Upacara Peringatan HUT
ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026).
Di hadapan para
anggota Paskibraka, Sri Juniarsih meminta mereka menjalankan tugas dengan penuh
semangat sekaligus menjadikan pengalaman tersebut sebagai bekal untuk terus
berkembang.
“Saya memiliki
harapan saudara sekalian, anak-anakku sekalian, bersemangat dalam menjalankan
tugas yang diemban dalam mengibarkan bendera Merah Putih pada 17 Agustus
mendatang,” ujar Sri Juniarsih.
Bagi Sri Juniarsih,
proses menjadi Paskibraka tidak berhenti pada kemampuan baris-berbaris maupun
menjalankan rangkaian upacara dengan sempurna.
Latihan yang dijalani
para Paskibraka selama ini dinilai telah membentuk lebih banyak hal, disiplin,
tanggung jawab, kekompakan, mental, nasionalisme, hingga rasa cinta terhadap
tanah air.
Karena itu, ia
berpesan agar seluruh anggota Paskibraka mampu membawa nilai-nilai tersebut ke
dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila, semangat Proklamasi Kemerdekaan, serta
Undang-Undang Dasar 1945, kata dia, harus menjadi bagian dari karakter generasi
muda.
Sri Juniarsih juga
meminta para Paskibraka mengisi kemerdekaan dengan prestasi dan menjadi teladan
bagi generasi muda lainnya.
“Dalam setiap cucuran
keringat, negeri ini harus kita hargai dengan mengisinya melalui prestasi.
Ukirlah kebaikan dan jadilah teladan bagi rekan-rekan yang lain, terutama
generasi muda dan generasi penerus kita. Di pundak kalian bangsa ini
dititipkan,” pesannya.
Ada satu hal yang kembali ditekankan Sri
Juniarsih kepada 35 anggota Paskibraka tersebut. Tugas mereka tidak selesai
setelah Sang Merah Putih berkibar di tiang bendera.
Menurutnya,
pengalaman menjadi Paskibraka harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan
kualitas diri, menjaga karakter, serta mempertahankan nama baik daerah dan
bangsa.
“Tugas kalian bukan
hanya sampai tanggal 17 Agustus saja. Kalian harus membawa nama baik karena
pernah menjadi bagian dari pengibaran bendera pada upacara kemerdekaan.
Teruslah meng-upgrade diri menjadi lebih baik,” katanya.
Pesan tersebut
menjadi penegasan bahwa predikat Paskibraka bukan sekadar kebanggaan sesaat.
Setelah kembali ke sekolah, keluarga, lingkungan pergaulan, organisasi, dan
masyarakat, para Paskibraka tetap dituntut menunjukkan sikap yang mencerminkan
nilai-nilai yang mereka dapatkan selama menjalani pelatihan. Dengan kata lain,
keberhasilan mereka tidak hanya akan dilihat dari bagaimana Sang Merah Putih
dikibarkan pada 17 Agustus.
Lebih jauh dari itu,
keberhasilan tersebut akan terlihat dari bagaimana mereka menjalani kehidupan
setelahnya. Sri Juniarsih berharap 35 Paskibraka Berau memiliki jiwa
nasionalisme dan patriotisme yang kuat.
Semangat tersebut
diharapkan tidak berhenti pada simbol dan seremoni, tetapi diwujudkan melalui
tindakan nyata untuk lingkungan sekitar dan Kabupaten Berau. Ia pun mengajak
para Paskibraka mengambil peran dalam menjaga Bumi Batiwakkal sekaligus menjadi
teladan bagi orang-orang di sekitarnya.
“Saya mengajak
anak-anakku sekalian untuk mengambil bagian dalam merawat Kabupaten Berau dan
menjadi teladan, baik bagi diri sendiri, keluarga, teman-teman maupun
organisasi di mana pun berada,” imbuhnya.
Bupati menilai
generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan daerah
dan bangsa. Karena itu, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan tidak
hanya menjadi kesempatan untuk mengenang perjuangan para pendahulu, tetapi juga
menjadi pengingat bagi generasi saat ini untuk melanjutkan perjuangan tersebut
dengan cara mereka sendiri.
Sri Juniarsih
mengajak generasi muda ikut mengambil bagian dalam menyelesaikan berbagai
persoalan yang dihadapi bangsa.
“Pada peringatan
ke-81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ini, saya berharap kita semua dapat
melanjutkan perjuangan para pendahulu dengan ikut menyelesaikan berbagai
persoalan yang ada di Indonesia. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama,”
pungkasnya.
Bagi 35 Paskibraka
Berau, Senin (17/8/2026) mungkin menjadi hari ketika seluruh mata tertuju
kepada mereka saat Merah Putih perlahan naik menuju puncak tiang.
Tetapi setelah
upacara berakhir dan barisan dibubarkan, tanggung jawab sebagai generasi
penerus justru memasuki babak berikutnya: membuktikan bahwa kehormatan menjadi
Paskibraka bukan hanya untuk dikenang, melainkan untuk diwujudkan melalui
prestasi, keteladanan, dan kontribusi bagi Bumi Batiwakkal. (sep/FN)