Kebakaran Lahan Hanguskan 60 Hektare di Sambera Muara Badak
Petugas Disdamkarmatan Kukar Pos Muara Badak saat melakukan pemadaman lahan di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak. (Doc. Disdamkarmatan Kukar)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Hamparan lahan di kawasan Sambera, Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berubah menjadi area terbakar setelah api melalap sekitar 60 hektare lahan, Minggu (23/8/2026). Kobaran api muncul di kawasan yang lokasinya tidak jauh dari permukiman warga.
Kebakaran tersebut dilaporkan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kukar sekitar pukul 14.35 Wita.
Setelah menerima laporan, petugas Pos Sektor Kecamatan Muara Badak langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Kepala Damkarmat Kukar Fida Hurasani mengatakan, petugas segera bergerak setelah menerima laporan untuk mencegah api meluas ke sekitar permukiman.
“Tim menerima laporan kebakaran lahan di area dekat permukiman rumah warga. Tim langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujarnya, Senin (24/8/2026).
Pemadaman dimulai sekitar pukul 14.50 Wita dan berlangsung hingga pukul 18.30 Wita.
Petugas melakukan penanganan pada sejumlah titik yang masih terbakar sekaligus mengantisipasi kemungkinan api merembet ke area lain.
Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 60 hektare.
Luasan tersebut membuat petugas harus melakukan pemadaman secara bertahap di area yang cukup luas.
Dalam proses pemadaman, Damkarmatan Kukar mengerahkan sejumlah peralatan, di antaranya jet shooter, lima selang berukuran 1,5 inci, satu selang berukuran 2,5 inci, nozzle, Y connection, serta mesin portable.
“Penanganan kami lakukan untuk mengendalikan api agar tidak meluas, terutama karena lokasi kebakaran berada di sekitar permukiman warga,” tuturnya.
Petugas tidak hanya memadamkan kobaran api, tetapi juga melakukan pengecekan di area terdampak setelah proses pemadaman.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang masih berpotensi memicu kebakaran kembali.
Lokasi kebakaran yang berdekatan dengan rumah warga membuat pengendalian api menjadi prioritas.
Petugas berupaya memastikan kobaran tidak merembet ke permukiman dan menimbulkan ancaman bagi masyarakat.
Setelah penanganan berlangsung selama beberapa jam, petugas terus memantau area yang terbakar untuk memastikan kondisi benar-benar terkendali.
“Setelah pemadaman, area terdampak tetap kami cek untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang dapat kembali membesar,” pungkasnya. (kriz)