10 Ton Garam Disiapkan untuk Operasi Modifikasi Cuaca, Pesawat Pembenih Awan Siap Mengudara

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Persiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kabupaten Berau mulai memasuki tahap akhir. Bandar Udara Kalimarau memastikan berbagai kebutuhan pendukung operasi telah disiapkan, mulai dari fasilitas posko, pengaturan slot penerbangan, area penampungan bahan baku garam mencapai 10 ton hingga dukungan bahan bakar untuk pesawat pembenih awan.

 

Pesawat yang akan digunakan dalam operasi tersebut juga tengah dipersiapkan. Armada milik Smart Aviation akan direposisi dari Banjarmasin menuju Berau untuk mendukung pelaksanaan OMC.

 

Apabila seluruh kebutuhan logistik tiba sesuai jadwal dan tidak terdapat kendala operasional, pesawat pembenih awan tersebut direncanakan dapat mulai mengudara dari Bandara Kalimarau pada Selasa (25/8/2026) sore.

 

Kepala BLU Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau, Patah Atabri, mengatakan pihak bandara siap memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan OMC di wilayah Berau.

 

Menurutnya, Bandara Kalimarau berperan sebagai pendukung teknis dari sisi kebandarudaraan. Sementara untuk pelaksanaan dan koordinasi utama OMC berada di bawah BNPB, BMKG, dan BPBD Berau.

 

“Terkait OMC, leading sektornya ada di BNPB, BMKG, dan BPBD. Kami dari pihak bandara pada prinsipnya siap memfasilitasi dan mendukung penuh apa yang dibutuhkan,” ujar Patah.

 

Salah satu persiapan yang menjadi perhatian adalah penyediaan bahan baku garam untuk kegiatan penyemaian awan. Pihak Bandara Kalimarau telah menyiapkan lokasi khusus yang dapat digunakan sebagai tempat penampungan bahan baku tersebut.

 

Patah menjelaskan, dukungan bandara tidak berhenti pada penyediaan tempat penyimpanan logistik. Pihaknya juga menyiapkan fasilitas posko serta melakukan pengaturan slot time penerbangan agar operasional pesawat pembenih awan dapat berjalan sesuai kebutuhan.

 

“Pada prinsipnya kami siap memfasilitasi apa yang dibutuhkan untuk pelaksanaan OMC,” katanya.

 

Kesiapan tersebut menjadi penting karena pelaksanaan operasi modifikasi cuaca membutuhkan koordinasi yang cepat antara unsur kebencanaan, meteorologi, dan penerbangan. Setiap pergerakan pesawat harus disesuaikan dengan kondisi cuaca, kebutuhan operasi, serta aspek keselamatan penerbangan. Dari sisi armada, koordinasi juga telah dilakukan dengan Smart Aviation.

 

Pesawat pembenih awan akan menjalani reposisi dari Banjarmasin menuju Berau. Setelah berada di Kalimarau, pengaturan jadwal penerbangan akan disesuaikan dengan kebutuhan operasi dan arahan instansi terkait.

 

Pihak bandara memastikan slot time penerbangan akan diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu pelayanan penerbangan reguler sekaligus memberikan ruang bagi pelaksanaan operasi khusus tersebut.

 

Penyesuaian rute penerbangan juga akan mengikuti kebutuhan penanganan wilayah Berau berdasarkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi teknis. Dengan demikian, ketika pesawat telah berada di Kalimarau, proses menuju pelaksanaan operasi dapat dilakukan dengan lebih cepat.

 

Persiapan lainnya yang tak kalah penting adalah ketersediaan bahan bakar. Pihak Bandara Kalimarau telah berkoordinasi dengan PT Pertamina untuk memastikan kebutuhan BBM bagi armada udara selama operasi berlangsung.

 

Hasil koordinasi tersebut memastikan dukungan BBM tersedia hingga 28 Agustus 2026. 

 

“Kami sudah koordinasi dengan Pertamina juga. Mereka siap support BBM-nya sampai tanggal 28 nanti,” ungkap Patah. Ketersediaan bahan bakar menjadi salah satu faktor penting untuk menjamin pesawat dapat menjalankan misi sesuai kebutuhan tanpa terkendala persoalan logistik.

 

Waktu dan lokasi pelaksanaan penyemaian awan tetap menyesuaikan hasil analisis kondisi atmosfer serta keputusan teknis dari instansi yang memiliki kewenangan dalam pelaksanaan OMC.

 

Artinya, pesawat tidak serta-merta mengudara hanya karena seluruh logistik telah tersedia. Pelaksanaan operasi tetap membutuhkan perhitungan kondisi cuaca dan koordinasi teknis agar penyemaian awan dilakukan pada waktu dan wilayah yang sesuai.

 

Bagi Bandara Kalimarau, dukungan terhadap OMC menjadi bagian dari peran kebandarudaraan dalam membantu kelancaran operasi pemerintah di daerah.

 

Patah memastikan fasilitas navigasi penerbangan dan apron Bandara Kalimarau siap digunakan untuk mendukung operasional pesawat pembenih awan.

 

“Kami siap mendukung dari sisi fasilitas bandara sesuai dengan kebutuhan operasi,” ujarnya.  (sep/FN)