Wagub Kaltim Minta Masyarakat Hentikan Pembakaran Lahan

img

POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA: Potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga saat ini masih menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Dr H Seno Aji meminta seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, terutama di tengah kondisi rawan kebakaran saat ini.

“Masyarakat jangan mementingkan kepentingan sesaat demi keuntungan. Membakar lahan di kondisi saat ini akan merugikan banyak pihak, tak terkecuali masyarakat sendiri,” tegas Wagub Seno Aji dalam berbagai kesempatan.

Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan dan kepedulian seluruh pihak. Karena itu, masyarakat diminta bersatu padu mendukung upaya pemerintah dalam mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan.

Wagub juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membuka maupun mengelola lahan, serta tidak menggunakan cara membakar untuk kepentingan perkebunan.

“Kami harap titik api bisa berkurang. Untuk itu, kami mengajak masyarakat lebih mementingkan keselamatan orang banyak. Karena dampak dari kebakaran bukan hanya menyebabkan kesehatan masyarakat terganggu, tetapi dampak sosial pun dialami masyarakat,” tegasnya.

Berdasarkan data yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, hingga 4 September 2026 tercatat sebanyak 749 kejadian Karhutla dengan total luasan lahan terbakar mencapai 3.918,73 hektare.

Sementara itu, jumlah titik panas atau hotspot hingga 2 September 2026 mencapai 922 titik. Dari jumlah tersebut, tidak terdapat hotspot di kawasan konsesi kehutanan.

Adapun hotspot yang terpantau di kawasan perkebunan sebanyak 98 titik, sedangkan sebanyak 824 titik berada di kawasan lainnya.

Wagub Seno Aji berharap kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar terus ditingkatkan. Menurutnya, upaya pencegahan menjadi langkah penting untuk menekan potensi Karhutla sekaligus melindungi kesehatan, lingkungan dan aktivitas sosial ekonomi masyarakat Kaltim.

“Semua harus bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan sampai kepentingan sesaat justru menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi masyarakat dan daerah,” pungkasnya.(mar)