Dua Pekan Karhutla Hampir Terjadi Setiap Hari di Muara Jawa, 83 Hektare Lahan Terdampak

img

Kondisi karhutla di Kecamatan Muara Jawa yang berdampak terhadap sekitar 83 hektare lahan. (Doc. Disdamkarmatan Kukar)

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus terjadi di Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dalam dua pekan terakhir.

Hampir setiap hari muncul titik api di sejumlah wilayah dan secara akumulasi telah berdampak terhadap sekitar 83 hektare lahan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, mengatakan luasan tersebut merupakan akumulasi lahan yang terdampak karhutla selama dua pekan terakhir.

Penanganan dilakukan secara bertahap di sejumlah lokasi dengan melibatkan berbagai unsur.

“Indikasi penyebabnya pembakaran sisa gambut,” ujarnya, Senin (7/9/2026.

Sementara itu, Camat Muara Jawa, Muhammad Ramli, mengatakan kemunculan titik api dalam dua pekan terakhir memang terjadi hampir setiap hari.

Dalam sehari, kebakaran bisa muncul di satu hingga dua titik dengan skala yang berbeda.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat tim di lapangan harus terus melakukan pemantauan dan penanganan agar api tidak berkembang. Namun, beberapa lokasi menjadi sulit ditangani karena tidak dapat dijangkau kendaraan.

“Ada yang kecil, ada yang besar. Tapi memang tetap kita antisipasi, artinya jangan sampai membesar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kebakaran banyak terjadi di kawasan perkebunan yang memiliki lahan gambut.

“Biasanya yang banyak itu di kebun-kebun, karena gambut. Jadi kadang sudah dimatikan, besoknya muncul lagi. Dimatikan hari ini, besok muncul lagi,” jelasnya.

Ketebalan gambut di sejumlah lokasi, kata dia, mencapai sekitar setengah meter, kondisi tersebut menjadi salah satu kendala pemadaman, ditambah akses menuju beberapa titik yang tidak memungkinkan dilalui kendaraan.

Meski karhutla terus berulang, ia memastikan hingga kini api belum mendekati permukiman warga.

Sebagian besar titik kebakaran berada cukup jauh dari kawasan tempat tinggal masyarakat.

“Alhamdulillah tidak terdampak ke pumukiman, jauh dari pemukiman dan sampai hari ini tidak ada yang dekat. Kita antisipasi memang jangan sampai,” ungkapnya.

Dalam penanganannya, pemerintah kecamatan juga mengandalkan dukungan perusahaan yang berada di wilayah Muara Jawa. Bantuan diberikan untuk memenuhi kebutuhan tim di lapangan, terutama suplai air.

Salah satu pihak yang terlibat adalah Pertamina, selain membantu suplai air, perusahaan tersebut juga memberikan dukungan konsumsi bagi tim yang melakukan penanganan.

“Jadi pemadaman itu dibantu oleh Pertamina. Nah, suplai air itu oleh Pertamina, bahkan kita dibantu konsumsi segala macam dari Pertamina karena saya sudah rapatkan dengan mereka,” jelasnya.

Sejumlah perusahaan lain juga turut memberikan dukungan, termasuk bantuan BBM, air dan kebutuhan operasional. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperkuat penanganan di tengah kemunculan titik api yang berulang.

Ia meminta masyarakat, terutama pemilik kebun, ikut menjaga lahannya masing-masing untuk mencegah kebakaran.

Ia menilai upaya pencegahan penting dilakukan bersama agar petugas tidak hanya terkonsentrasi pada penanganan karhutla di luar permukiman. Sebab, kawasan tempat tinggal warga tetap menjadi prioritas yang harus dijaga dari ancaman api.

“Yang sangat diwaspadai saat ini adalah daerah pemukiman. Jangan sampai nanti kita sibuk melakukan karhutla, pemukiman tidak terjaga,” pungkasnya. (kriz)