Tak Lagi Hanya Fokus Kesehatan, 822 Posyandu di Kukar Kini Layani 6 Bidang SPM
Kegiatan pelayanan Posyandu 6 SPMdi salah satu
Posyandu di Kukar. (Istimewa)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Sebanyak 822 Posyandu di Kutai Kartanegara (Kukar) kini tak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan. Sejak penerapan enam layanan Standar Pelayanan Minimal (SPM), seluruh Posyandu di Kukar mulai menjalankan peran yang lebih luas, mencakup berbagai kebutuhan pelayanan dasar masyarakat.
Kabid Pemberdayaan
Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Desa DPMD Kukar, Deddy Setyo Utomo
mengatakan, perubahan tersebut mengikuti terbitnya Permendagri pada 2024 yang
mengubah peran Posyandu dari sebelumnya berfokus pada kesehatan menjadi bagian
dari pelaksanaan enam layanan SPM.
“Seluruh 822 Posyandu di
Kukar telah terintegrasi dengan enam layanan SPM,” ujarnya ketika ditemui di
ruang kerjanya pada Rabu (9/9/2026).
Ia menyebut perubahan
tersebut membuat kader Posyandu perlu memiliki pemahaman yang lebih luas karena
pelayanan yang diberikan tidak lagi sebatas kesehatan, tetapi juga mencakup
bidang lainnya, termasuk pendidikan dan sosial.
Untuk menunjang
pelaksanaan layanan, Pemerintah Kabupaten Kukar mengalokasikan dukungan
operasional sebesar Rp850 ribu setiap bulan untuk masing-masing Posyandu.
Anggaran tersebut
digunakan untuk pemberian makanan tambahan (PMT) serta kebutuhan operasional
pelayanan.
Selain dukungan
operasional, kader Posyandu juga mendapatkan insentif sebesar Rp250 ribu setiap
bulan.
Ia menilai dukungan tersebut menjadi bentuk perhatian Pemkab Kukar terhadap Posyandu yang memiliki peran penting dalam pelayanan dasar masyarakat.
Tidak hanya dari sisi
pembiayaan, pemerintah juga memberikan dukungan terhadap pembangunan sarana dan
prasarana Posyandu.
“Kalau dibandingkan
kabupaten/kota lain, menurut saya Kabupaten Kukar paling perhatian terhadap
Posyandu. Bangunannya dibangunkan, sarprasnya dipenuhi,” ungkapnya.
Menurutnya, penguatan
Posyandu turut mendukung sejumlah program pemerintah, termasuk upaya
meningkatkan pelayanan dasar dan menekan angka stunting.
“Pemerintah kabupaten
menganggap ini penting. Salah satunya berdampak terhadap penurunan stunting,
segala macam kesehatan, karena ini kan pelayanan dasar,” jelasnya.
Perluasan fungsi Posyandu
juga diikuti dengan peningkatan kapasitas kader. DPMD Kukar secara rutin
mengalokasikan anggaran untuk memberikan pembekalan agar kader memahami enam
bidang pelayanan yang kini menjadi bagian dari tugas Posyandu.
Pada 2025, hampir seluruh
kader Posyandu di Kukar dikumpulkan untuk mendapatkan pembekalan yang
difasilitasi DPMD dengan melibatkan Kementerian Dalam Negeri.
Kegiatan tersebut
memberikan pemahaman mengenai perubahan cakupan layanan Posyandu.
“Sehingga yang awalnya
kader yang hanya memberikan layanan kesehatan, mereka sudah mengetahui 6
layanan yang lainnya, dari pendidikan sampai ke sosial,” jelasnya.
Memasuki 2026, metode
peningkatan kapasitas kader disesuaikan dengan kondisi anggaran. Di tengah
efisiensi anggaran, DPMD Kukar mengubah pola pembekalan yang sebelumnya
dilakukan secara tatap muka menjadi pertemuan virtual melalui Zoom.
Kegiatan tersebut dapat menghadirkan
fasilitator dari Kemendagri, Pemerintah Provinsi maupun DPMD Kukar.
Pembahasan juga
disesuaikan dengan bidang pelayanan yang perlu dipahami para kader.
Ia menyebut kegiatan
peningkatan kapasitas dilakukan secara berkala, salah satu kegiatan terbaru
yang difasilitasi Kemendagri memberikan materi mengenai bidang pendidikan
kepada kader Posyandu di zona Kalimantan.
“Hampir tiap bulan
biasanya ada Zoom yang memang diadakan untuk memberikan peningkatan kapasitas
untuk kader Posyandu, lebih kepada di tiap-tiap bidang,” pungkasnya. (kriz)