Pemprov dan Pemkab Kukar Salurkan Bantuan untuk Siswa SLB Negeri Tenggarong
Penyerahan bantuan
perlengkapan siswa dan sembako untuk SLB Negeri Tenggarong. (Doc. Humas SLB
Negeri Tenggarong)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Tenggarong menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) dan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) pada Senin (14/9/2026).
Bantuan tersebut
mencakup kebutuhan pendidikan hingga pemenuhan kebutuhan pangan bagi siswa yang
tinggal di asrama.
Dukungan diberikan
melalui dua program berbeda, Pemprov Kaltim menyalurkan perlengkapan sekolah
melalui Program Gratispol, sedangkan kebutuhan pangan untuk asrama mendapat
dukungan dari Baznas dan Tim Penggerak PKK Kukar.
Kepala SLB Negeri
Tenggarong, Erni Sulistiyaningsih mengapresiasi perhatian yang diberikan
pemerintah dan lembaga terkait kepada sekolahnya.
Menurutnya, bantuan
tersebut memberikan manfaat bagi siswa dalam menjalani aktivitas pendidikan
sekaligus kehidupan sehari-hari di asrama.
“Dengan adanya
bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi siswa-siswi kami, terlebih lagi bagi
siswa-siswi yang tinggal di asrama,” ujarnya.
Ia berharap dukungan
serupa dapat terus diberikan secara berkelanjutan. Kebutuhan siswa yang menetap
di asrama, kata dia, membutuhkan perhatian dari berbagai pihak karena tidak
hanya berkaitan dengan proses pembelajaran.
“Kami berharap besar
sekali kepada para stakeholders terkait agar sekiranya kegiatan dan perhatian
seperti ini akan terus berlanjut terlebih bagi siswa-siswi kami yang di
asrama,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala
Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar, Fathul Alamin mengatakan,
penyaluran perlengkapan sekolah melalui Program Gratispol dilakukan karena SLB
merupakan bagian dari kewenangan Pemprov Kaltim.
Pemkab Kukar kemudian
berkoordinasi dengan pemerintah provinsi terkait sasaran penerima bantuan di
SLB Negeri Tenggarong.
Bantuan tersebut
menyasar siswa pada jenjang SD, SMP, hingga SMA, paket yang diberikan meliputi
pakaian sekolah, sepatu, tas, alat tulis, serta buku, termasuk buku pelajaran
yang disiapkan melalui pihak sekolah.
Selain perlengkapan
pendidikan, kebutuhan siswa yang tinggal di asrama juga menjadi perhatian.
Pemkab Kukar
memberikan bantuan untuk mendukung kebutuhan konsumsi mereka selama menetap di
lingkungan sekolah.
“Bentuknya itu ada
dua, ada dari Baznas dan ada dari Tim Penggerak PKK Kabupaten. Itu ada beras,
kemudian juga ada sembako lainnya,” ungkapnya.
Menurutnya,
keterlibatan sejumlah pihak diperlukan karena terdapat kelompok masyarakat yang
berada di luar ruang intervensi langsung Pemkab Kukar.
Kolaborasi dengan
pemerintah provinsi maupun lembaga sosial menjadi salah satu cara untuk
memperluas dukungan kepada kelompok tersebut.
Ia berharap pola
kerja sama tersebut dapat terus dikembangkan sehingga kebutuhan masyarakat yang
membutuhkan bantuan dapat ditangani secara bersama.
“Pemkab itu tidak
bisa intervensi secara langsung, sehingga memang kita butuh kolaborasi,”
tegasnya.
Ia menuturkan bahwa kolaborasi tersebut tidak hanya diperlukan untuk SLB, tetapi juga berbagai objek lain yang membutuhkan perhatian namun berada di luar kewenangan langsung pemerintah kabupaten.
“Harapan kami seluruh
pihak, baik itu Pemprov Kaltim, kemudian lembaga seperti Baznas, itu mau
berkolaborasi dengan Pemkab Kutai Kartanegara untuk bisa membantu objek-objek
yang kurang mampu,” pungkasnya. (Kriz)