Tak Sekadar Cari Jodoh, Program Jemput Jodoh Halal KUA Tenggarong Dampingi Peserta hingga Pernikahan

img

Kantor Urusan Agama (KUA) Tenggarong. (Kriz)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Urusan mencari pasangan hidup memang bukan perkara sederhana, ada proses saling mengenal, memahami karakter, menyamakan tujuan, hingga memastikan kesiapan sebelum akhirnya memutuskan untuk membangun rumah tangga.

 

Hal itulah yang coba difasilitasi Kantor Urusan Agama (KUA) Tenggarong melalui program Jemput Jodoh Halal.

 

Program ini disiapkan sebagai ruang bagi masyarakat yang ingin mencari pasangan melalui proses taaruf yang didampingi, sekaligus mendapatkan pembekalan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.

 

Kepala KUA Tenggarong, Hairillah mengatakan, gagasan tersebut muncul untuk menjembatani masyarakat yang ingin mendapatkan pasangan dengan proses yang sesuai syariat Islam dan ketentuan hukum perkawinan.

 

Menurutnya, program tersebut juga diharapkan dapat meminimalisir praktik pernikahan siri yang berpotensi menimbulkan persoalan bagi pasangan maupun keluarga.

 

“Jemput Jodoh Halal ini kami maksudkan untuk menjembatani masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara, bukan hanya Kecamatan Tenggarong, agar bisa mendapatkan jodoh yang sesuai dengan syariat dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan hukum perkawinan,” ujarnya saat ditemui di ruangannya pada Kamis (1/10/2026).

 

Program ini tidak hanya menyasar warga Kecamatan Tenggarong, masyarakat dari wilayah lain di Kukar juga dapat mengikuti program tersebut, pada tahap pertama, KUA Tenggarong menargetkan 25 pasangan.

 

Peserta yang dapat mengikuti Jemput Jodoh Halal adalah muda-mudi yang belum menikah serta janda atau duda yang sudah tidak memiliki pasangan.

 

KUA juga menetapkan batasan bagi mereka yang sebelumnya pernah menjalani pernikahan siri.

 

“Jadi ini hanya untuk mereka yang bukan dari pernikahan siri, ini yang kami maksudkan,” jelasnya.

 

Pendaftaran dilakukan melalui tautan yang telah disiapkan panitia dan disebarluaskan melalui media sosial.

 

Peserta yang telah mendaftar kemudian dihimpun dalam satu wadah untuk mengikuti rangkaian pembekalan.

 

Sebelum masuk ke proses taaruf, peserta mendapatkan materi mengenai psikologi rumah tangga, ketahanan keluarga, kehidupan rumah tangga dalam perspektif agama serta kesehatan reproduksi calon pengantin.

 

Setelah pembekalan, peserta akan dipertemukan dalam forum bersama. Pada tahap ini, KUA akan melihat perkembangan proses perkenalan sekaligus keseriusan peserta untuk menentukan apakah hubungan tersebut akan dilanjutkan.

 

“Kita akan melihat komitmen mereka dari pendaftar yang ada itu. Apakah memang betul-betul ada yang lanjut, ada yang sudah memilih, siapa yang dipilih, kemudian apa orientasi mereka memilih itu dan siapkah mereka,” tuturnya.

 

Bagi pasangan yang merasa cocok dan sepakat melanjutkan hubungan, proses pendampingan tidak berhenti pada taaruf.

 

KUA Tenggarong akan melakukan verifikasi terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan rencana pernikahan.

 

Verifikasi tersebut mencakup wali nikah, rencana pelaksanaan pernikahan, lokasi hingga berbagai kebutuhan pendukung.

 

KUA juga akan berkomunikasi dengan pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pernikahan, seperti make up artist, katering, event organizer dan vendor lainnya.

 

“Setelah semua verifikasi, kami akan verifikasi semua wali nikahnya, rencana pernikahannya, kemudian tempat pelaksanaannya, dan seluruh rangkaian yang mendukung,” kata dia.

 

Selain proses taaruf hingga persiapan pernikahan, KUA Tenggarong juga menyiapkan konsep Marry on the Road sebagai rangkaian akhir program.

 

Konsep tersebut direncanakan mengambil titik awal di Titik Nol Tenggarong.

 

Para pasangan yang telah siap menikah nantinya akan mengikuti perjalanan menggunakan kendaraan yang disiapkan panitia.

 

“Start mulai dari Titik Nol, langsung saya memulai segala macam, sampai yang nanti ya, sampai Marry on the Road-nya. Sampai di jalan, sampai jembatan, putar balik, kembali lagi ke Titik Nol, dan di situ mereka duduk di pelaminan masing-masing nanti,” ungkapnya.

 

Untuk mengikuti program ini, masyarakat tidak dikenakan biaya mulai dari pendaftaran, edukasi hingga proses taaruf.

 

Namun, ketika memasuki tahap pernikahan di luar kantor KUA, biaya tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.

 

“Kalau untuk pendaftarannya, untuk taarufan atau perkenalan ini tidak ada biaya. Cukup mereka mendaftarkan di situ, nanti kami berikan edukasi, itu juga gratis semuanya. Bahkan nanti sampai taaruf pun, insyaallah tidak dipungut biaya,” katanya.

 

Pendaftaran Jemput Jodoh Halal dibuka mulai 29 September hingga 31 Oktober 2026.

 

Sementara pertemuan untuk memperkuat komitmen peserta setelah proses taaruf direncanakan berlangsung pada Desember, dengan waktu pelaksanaan yang masih menyesuaikan jumlah peserta.

 

Rangkaian program kemudian diarahkan menuju pelaksanaan pernikahan pada akhir Desember, bertepatan dengan momentum menjelang pergantian tahun dan rangkaian Hari Amal Bakti Kementerian Agama.

“Langkahnya adalah ketika nanti peserta itu sudah clear semua lanjut ke jenjang pernikahan. Nah, di situ kami siapkan seluruh kebutuhan yang mendukung pelaksanaan pernikahan mereka,” pungkasnya. (Kriz)