HUT ke-81 TNI, Bupati Kukar: TNI Tak Hanya Jaga Keamanan, Tapi Perkuat Ketahanan Pangan
Bupati Kukar, Aulia
Rahman Basri saat kunjungan ke Makodim 0906/Kukar dalam rangka HUT ke-81 TNI.
(Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Peran TNI di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) semakin luas, tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga terlibat dalam penguatan ketahanan pangan hingga pembangunan di masyarakat.
Hal tersebut
disampaikan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri saat melakukan kunjungan
silaturahmi ke Makodim 0906/Kukar, Senin (5/10/2026).
Kunjungan tersebut
dilakukan dalam rangka HUT ke-81 TNI tahun 2026 yang mengusung tema “TNI Kuat
Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”
Momentum tersebut
sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan dan kolaborasi yang
selama ini telah terjalin bersama jajaran TNI di wilayah Kukar.
Bupati Aulia
mengatakan, keberadaan TNI di tengah masyarakat memiliki posisi strategis bagi
daerah.
Selain menjalankan
tugas menjaga keamanan, kehadiran personel TNI juga dinilai memberikan rasa
aman bagi masyarakat.
“Kita merasa tenang
dan nyaman ketika ada Bapak dan Ibu TNI di tengah-tengah kita,” ujarnya.
Menurutnya, kerja
sama Pemkab Kukar dengan Kodim 0906/kukar dan seluruh jajaran TNI telah
berjalan dalam sejumlah kegiatan.
Salah satunya berada
di sektor pertanian yang berkaitan langsung dengan upaya meningkatkan
produktivitas petani.
Dalam pelaksanaannya,
TNI turut membantu pembangunan irigasi, pemasangan pompa air dan sejumlah
kegiatan pertanian lainnya.
Dukungan tersebut
menjadi semakin penting ketika petani menghadapi persoalan ketersediaan air
akibat kondisi cuaca.
Ia menyebut
pemerintah daerah bersama TNI terus mencari sumber air untuk memenuhi kebutuhan
pengairan sawah, terutama dalam menghadapi fenomena El Nino.
“Dari hasil kegiatan
tersebut, kita berharap dapat meningkatkan produktivitas para petani yang ada
di Kukar,” kata dia.
Kerja sama di sektor
pertanian tersebut, lanjutnya, tidak berhenti pada pembangunan sarana
pendukung.
Pemerintah daerah
juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak untuk memastikan lahan pertanian
tetap mendapatkan pasokan air ketika kondisi cuaca kurang mendukung.
“Terutama dalam
menghadapi fenomena El Nino, kita bekerja sama untuk mencari sumber-sumber air
dan bagaimana mengatasi kebutuhan pengairan di sawah-sawah kita,” jelasnya.
Selain sektor
pertanian, sinergi dengan TNI juga dilakukan dalam menghadapi karhutla.
Personel TNI ikut membantu proses pemadaman ketika terjadi kebakaran hutan dan
lahan di sejumlah wilayah Kukar.
Kolaborasi tersebut
dinilai membantu pemerintah daerah dalam mengendalikan kebakaran sekaligus
memperkuat respons bersama ketika terjadi bencana yang mengancam lingkungan dan
masyarakat.
Menurutnya,
keterlibatan TNI dalam berbagai sektor tersebut memperlihatkan bahwa makna
ketahanan di daerah memiliki cakupan yang luas.
Ketahanan pangan dan
keamanan wilayah merupakan dua hal yang saling berkaitan.
“Jadi, kita tidak
sempit dalam memandang arti ketahanan yang harus kita bangun bersama-sama
dengan TNI,” kata dia.
Ia berharap momentum
HUT ke-81 TNI semakin memperkuat hubungan antara pemerintah daerah, TNI dan
masyarakat.
Sinergi yang telah
berjalan diharapkan terus berkembang sehingga memberikan manfaat lebih luas
bagi masyarakat Kukar.
“Kita berharap di HUT
TNI yang ke-81 ini, TNI semakin kuat, rakyat semakin tenang, negara semakin
berdaulat, dan Indonesia semakin maju,” ucapnya.
Sementara itu, Dandim
0906/Kukar, Letkol Arm Benny Budiman mengatakan, peringatan HUT ke-81 TNI tahun
ini dilaksanakan secara sederhana, namun tetap mempertahankan makna dari
peringatan tersebut.
Menurutnya, tema “TNI
Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” menggambarkan
hubungan antara kekuatan TNI dengan masyarakat dalam menjaga kedaulatan negara.
Salah satu tugas
utama TNI adalah menjaga kedaulatan negara. Karena itu, menurutnya, tugas
tersebut harus dijalankan bersama masyarakat.
“Kunci utama kekuatan
dan kedaulatan adalah TNI yang manunggal bersama rakyat. Harapannya, setelah
Indonesia mencapai kedaulatan yang kuat, Indonesia dapat terus menuju negara
yang adil dan makmur,” ujarnya.
Di Kukar,
keterlibatan TNI dalam mendukung ketahanan pangan dilakukan sesuai pembagian
tugas yang diberikan pemerintah pusat.
TNI mendapat peran
dalam membantu ketahanan pangan sektor komoditas padi, sementara kepolisian
berfokus pada sektor komoditas jagung.
Ia menyebut sejumlah
program telah dilakukan Kodim 0906/Kukar, salah satunya pembangunan dan
pencetakan sawah di wilayah Samboja yang telah dilaksanakan pada tahun
sebelumnya.
Saat ini, perhatian
Kodim diarahkan pada persoalan pengairan, ketersediaan air menjadi salah satu
kebutuhan penting agar program ketahanan pangan dapat berjalan secara
berkelanjutan.
“Kemarin juga sudah
kami usulkan pembangunan pengairan ataupun sumur bor untuk mendukung kebutuhan
air dalam program ketahanan pangan,” kata dia.
Selain program
ketahanan pangan, Kodim 0906/Kukar juga tengah mempersiapkan pelaksanaan TNI
Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130.
Persiapan teknis
untuk kegiatan tersebut telah dilakukan, termasuk mencari dan menentukan lokasi
serta sasaran yang akan menjadi fokus kegiatan.
Rencana pelaksanaan
TMMD ke-130 akan dipusatkan di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu.
Kegiatan tersebut
nantinya tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga mendukung
kebutuhan masyarakat dan ketahanan pangan.
Ia memperkirakan
sekitar 500 personel akan terlibat dalam kegiatan tersebut, personel tidak
hanya berasal dari Kodim 0906/Kukar, tetapi juga sejumlah unsur militer
lainnya, termasuk dari batalion.
“Personel yang
terlibat cukup banyak, baik dari Kodim maupun beberapa instansi militer
lainnya, termasuk dari batalion. Estimasi kami sekitar 500 personel,”
ungkapnya.
Sejumlah sasaran
pembangunan telah disiapkan dalam TMMD tersebut. Di antaranya pembangunan sumur
bor untuk mendukung kebutuhan air masyarakat, perbaikan rumah tidak layak huni,
serta perbaikan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).
“Untuk sasaran
pembangunan nanti ada pembangunan sumur bor, perbaikan rumah tidak layak huni,
kemudian juga perbaikan MCK,” pungkasnya. (Adv/Kriz)