Pemkab Kukar Matangkan Persiapan MTQH ke-46 Kaltim, Kesiapan Capai 80 Persen

img

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Kukar, Dafip Haryanto memimpin rapat persiapan pelaksanaan MTQH Ke-46 Tahun 2026 Tingkat Provinsi Kaltim di Kukar. (Kriz)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-46 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang akan digelar di Kukar pada Desember 2026.

 

Hingga saat ini, kesiapan Pemkab Kukar bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kukar telah mencapai sekitar 80 persen.

 

Sejumlah persiapan yang masih dimatangkan meliputi arena perlombaan, rangkaian acara, liaison officer (LO), pawai taaruf, publikasi dan dokumentasi, hingga kebutuhan kafilah.

 

Hal tersebut dibahas dalam rapat persiapan pelaksanaan MTQH ke-46 Tingkat Provinsi Kaltim yang berlangsung di Ruang Rapat Sekda Kukar, Kamis (8/10/2026).

 

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Kukar, Dafip Haryanto mengatakan, rapat tersebut dilakukan untuk memastikan kembali sejumlah penjadwalan dan kesiapan teknis masing-masing bidang.

 

“Yang kita pastikan kembali hari ini beberapa penjadwalan, termasuk bidang tiga yang berkaitan dengan seksi acara, LO, publikasi dan dokumentasi, serta seksi pameran dan pawai taaruf,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, sejumlah agenda mengalami penyesuaian setelah dilakukan koordinasi antara LPTQ Kukar dengan LPTQ Provinsi Kaltim.

 

Penyesuaian tersebut antara lain berkaitan dengan pawai taaruf, lokasi pelantikan dewan hakim, serta pelaksanaan kegiatan dewan hakim.

 

“Perencanaan yang sudah dibuat teman-teman seksi acara kita koneksikan lagi dengan hasil koordinasi LPTQ Kabupaten Kukar dengan LPTQ Provinsi. Ada beberapa perubahan yang harus disesuaikan, seperti pawai taaruf dan tempat pelaksanaan pelantikan dewan hakim,” jelasnya.

 

Menurutnya, penyesuaian dilakukan agar seluruh informasi terkait waktu dan lokasi kegiatan dapat tersampaikan kepada pihak-pihak yang terlibat, termasuk dewan hakim dan kafilah dari kabupaten/kota se-Kaltim.

 

Untuk mendukung pelaksanaan lomba, Pemkab Kukar telah menyiapkan sebanyak 12 arena.

 

Namun, masih terdapat satu lokasi yang perlu difinalisasi karena berkaitan dengan proses rehabilitasi gedung serbaguna.

 

“Untuk arena ada 12 yang sudah kita siapkan. Tetapi hasil identifikasi masih ada satu lokasi yang perlu kita finalkan karena berkaitan dengan pelaksanaan rehabilitasi. Untuk opsinya juga sudah kita siapkan,” tuturnya.

 

Salah satu opsi lokasi untuk kegiatan yang sebelumnya direncanakan di gedung serbaguna adalah Pendopo Bupati Kukar.

 

Selain itu, LPTQ Kukar juga akan mengundang kepala perangkat daerah yang nantinya mendapat penunjukan sebagai lokasi arena.

 

Koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan kesiapan masing-masing lokasi sebelum digunakan selama pelaksanaan MTQH.

 

Rangkaian MTQH ke-46 Tingkat Provinsi Kaltim dijadwalkan berlangsung pada 3-11 Desember 2026.

 

Kedatangan kafilah direncanakan pada 2 Desember, sedangkan kepulangan pada 12 Desember.

 

Untuk mendukung kelancaran kedatangan kafilah, koordinasi melalui LO masing-masing kabupaten/kota juga terus dipersiapkan.

 

Ia menyebut LO akan menjadi penghubung antara panitia daerah dengan masing-masing kafilah, khususnya terkait kebutuhan pemondokan, konsumsi, kendaraan dan kebutuhan teknis lainnya.

 

“Mulai tanggal 5, kafilah sudah bisa berkoordinasi dengan panitia daerah melalui LO masing-masing terkait pemondokan, konsumsi, kendaraan dan kebutuhan lainnya,” katanya.

 

Untuk penginapan, panitia daerah telah menyiapkan daftar hotel, homestay dan sejumlah pilihan tempat tinggal yang dapat menjadi referensi bagi kafilah.

 

Sementara untuk kebutuhan konsumsi dapat dipilih dan dikoordinasikan masing-masing kafilah dengan penyedia yang tersedia.

 

Koordinasi teknis tersebut akan kembali dimatangkan melalui rapat finalisasi pada 15 Oktober 2026.

 

Pada kesempatan itu, komunikasi dengan LO penanggung jawab masing-masing kafilah kabupaten/kota juga akan diperkuat.

 

“Secara umum, kalau bisa dikatakan, kesiapan pemerintah kabupaten bersama LPTQ Kukar sudah sekitar 80 persen. Tinggal beberapa penyesuaian dengan panitia provinsi dan LPTQ Provinsi terhadap kegiatan yang harus kita lakukan,” terangnya.

 

Sementara itu, Sekretaris Umum LPTQ Kukar, H. Fairuz Khalil mengatakan, kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan MTQH ke-46 Tingkat Provinsi Kaltim diperkirakan mencapai Rp7-8 miliar.

 

Anggaran tersebut disiapkan untuk mendukung berbagai kebutuhan selama pelaksanaan MTQH.

 

Di sisi lain, LPTQ Kukar masih membuka peluang dukungan dari masyarakat, perusahaan maupun sponsor.

 

“Biayanya itu sekitar Rp7-8 miliar secara keseluruhan. Mudah-mudahan nanti masih ada lagi partisipasi dari masyarakat, perusahaan dan sponsor. Kita butuh itu sebenarnya,” ujarnya.

 

Untuk mendukung pembiayaan tersebut, LPTQ Kukar telah menyiapkan proposal yang nantinya akan disebarkan melalui koordinator bidang terkait.

 

Ia menjelaskan, pembiayaan pelaksanaan MTQH juga terbagi antara pemerintah provinsi dan kabupaten.

 

Pemerintah provinsi menanggung kebutuhan akomodasi dewan hakim, honor dewan hakim, serta hadiah bagi juara pertama, kedua dan ketiga.

“Yang dari provinsi itu kebutuhan akomodasi dewan hakim, termasuk honor dewan hakim dengan hadiah juara satu, dua dan tiga. Untuk harapan satu, dua dan tiga itu dari kabupaten, selain itu kebutuhan lainnya ditanggung kabupaten,” pungkasnya. (Adv/Kriz)