Diskoperindag Berau Dorong Peningkatan Keterampilan Warga Melalui Pelatihan Menjahit dan Kemampuan Membaca Peluang Usaha
POSKOTAKALTIMNEWWS, BERAU : Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau menggelar pelatihan menjahit yang berlangsung 8-10 Oktober 2026 di Gedung RPJMD Bapperida Berau.
Sebanyak 15 peserta dari
enam Kelurahan di Kecamatan Tanjung Redeb mengikuti pelatihan tersebut. Mereka
tidak hanya diarahkan untuk menguasai teknik menjahit, tetapi juga didorong
agar mampu melihat keterampilan tersebut sebagai peluang untuk membangun usaha.
Kepala Diskoperindag
Kabupaten Berau, Eva Yunita, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian
dari upaya pemerintah meningkatkan keterampilan, produktivitas, serta
kemandirian ekonomi masyarakat.
Menurutnya, dunia
usaha terus berkembang dan kebutuhan masyarakat terhadap produk fesyen maupun
berbagai produk berbasis tekstil masih memiliki pasar yang luas.
Mulai dari pakaian
kerja, seragam sekolah, busana muslim, pakaian adat hingga produk kerajinan
berbahan tekstil, seluruhnya dapat menjadi peluang ekonomi apabila dikelola
secara serius dan profesional.
“Jangan hanya
berpikir, Saya bisa menjahit, tetapi mulai berpikir bagaimana keterampilan
menjahit ini bisa menjadi sumber pendapatan, membuka usaha, menciptakan
lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Eva.
Eva menegaskan,
keberhasilan pelatihan tidak semata-mata diukur dari kemampuan peserta
menggunakan mesin jahit. Lebih jauh, pemerintah ingin keterampilan yang
diperoleh peserta dapat diterjemahkan menjadi kegiatan ekonomi yang nyata.
Peserta diharapkan
mampu menghasilkan produk berkualitas, memahami kebutuhan konsumen, membaca
peluang pasar, serta memiliki keberanian untuk memulai dan mengembangkan usaha.
“Setelah pelatihan
ini kami berharap akan lahir pelaku-pelaku usaha baru yang mampu menghasilkan
produk berkualitas dan memiliki daya saing,” katanya.
Menurut Eva, langkah
tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Berau melalui
Diskoperindag untuk terus mendorong pertumbuhan UMKM dan industri kecil yang
berbasis pada potensi masyarakat.
Dengan keterampilan
yang dimiliki, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi
juga mampu menciptakan peluang kerja bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Di
tengah perkembangan teknologi, Eva juga mengingatkan peserta agar tidak hanya
mengandalkan pemasaran secara konvensional.
Produk yang
dihasilkan, menurutnya, harus mulai diperkenalkan melalui media sosial,
marketplace, dan berbagai platform digital. Pasar yang sebelumnya hanya berada
di sekitar lingkungan tempat tinggal kini dapat diperluas dengan memanfaatkan
teknologi.
“Produk yang
Bapak/Ibu hasilkan jangan hanya dipasarkan dari rumah ke rumah, tetapi dapat
dipromosikan melalui media sosial, marketplace, dan berbagai platform digital,”
ujarnya.
Ia berharap peserta
nantinya mampu menggabungkan keterampilan produksi dengan kemampuan pemasaran
sehingga usaha yang dibangun tidak berhenti pada skala rumahan.
“Kita ingin
keterampilan yang diperoleh hari ini dapat menjadi langkah awal menuju UMKM
yang naik kelas,” tegas Eva.
Eva menyadari,
pelatihan saja belum cukup untuk memastikan peserta benar-benar mampu
menjalankan usaha.
Karena itu, ia
berharap kegiatan tersebut dapat dilanjutkan dengan pendampingan, pengembangan
usaha, peningkatan kualitas produk, akses pemasaran hingga pembiayaan.
Menurutnya, kesinambungan program menjadi penting agar ilmu yang diperoleh
peserta tidak berhenti ketika pelatihan selesai.
Ia juga meminta
seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan
kesempatan tersebut untuk belajar sebanyak-banyaknya dari para instruktur.
“Jangan malu
bertanya, jangan takut mencoba, dan jangan mudah menyerah,” pesannya.
Kepada para
instruktur, Eva berharap ilmu dan pengalaman yang diberikan dapat benar-benar
menjadi bekal bagi peserta untuk diterapkan setelah kembali ke lingkungan
masing-masing. Pelatihan yang diikuti 15 warga tersebut diharapkan tidak
berhenti menghasilkan 15 orang yang mampu menjahit.
Lebih besar dari itu,
Diskoperindag Berau ingin keterampilan tersebut berkembang menjadi usaha-usaha
baru yang mampu memberikan dampak bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Eva
meyakini kemauan belajar, kerja keras, kreativitas, serta dukungan pemerintah
dapat menjadi modal penting bagi peserta untuk berkembang menjadi pelaku usaha
yang tangguh.
“Saya percaya, dengan
kemauan untuk belajar, kerja keras, kreativitas, dan dukungan pemerintah, para
peserta hari ini dapat menjadi pelaku usaha yang sukses di masa yang akan
datang,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal lahirnya wirausaha-wirausaha baru di Kabupaten Berau yang mampu memanfaatkan potensi lokal sekaligus mengikuti perkembangan pasar.
“Semoga kegiatan ini
memberikan manfaat yang besar bagi seluruh peserta dan menjadi langkah awal
lahirnya wirausaha-wirausaha baru yang mampu menggerakkan perekonomian
masyarakat Kabupaten Berau,” tutupnya. (sep/FN)