Dispora Kukar Ingatkan Cabor Perbarui Kepengurusan, Pembinaan Atlet Jangan Terhambat

img

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni. (Kriz)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) mengingatkan sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor) untuk segera mempersiapkan pembaruan kepengurusan yang masa jabatannya akan berakhir.

 

Langkah ini diperlukan agar roda organisasi tetap berjalan dan program pembinaan atlet tidak terhambat akibat kekosongan maupun ketidakaktifan pengurus.

 

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni mengatakan, pembenahan struktur organisasi menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan setiap cabor.

 

Sebab, kepengurusan memiliki peran dalam menentukan arah kebijakan, menyusun program kerja, hingga memastikan pembinaan atlet berjalan sesuai rencana.

 

Menurutnya, keberlangsungan organisasi olahraga tidak cukup hanya ditunjang keberadaan atlet dan pelatih.

 

Pengurus juga harus aktif menjalankan tugasnya agar berbagai kebutuhan pembinaan dapat dikoordinasikan dan ditindaklanjuti dengan baik.

 

“Beberapa cabang olahraga memiliki masa kepengurusan yang akan segera berakhir. Karena itu, pembaruan kepengurusan perlu dipersiapkan agar pembinaan tetap berjalan,” ujarnya saat ditemui di Tenggarong pada Sabtu (10/10/2026).

 

Ia menjelaskan, kepengurusan yang tidak aktif berpotensi menghambat pelaksanaan program cabor.

 

Kondisi tersebut dapat memengaruhi koordinasi internal organisasi, perencanaan kegiatan, hingga upaya mempersiapkan atlet menghadapi berbagai kejuaraan.

 

Karena itu, proses pergantian pengurus perlu dipersiapkan sejak dini sesuai mekanisme organisasi masing-masing.

 

Dengan demikian, peralihan kepengurusan dapat berjalan tertib tanpa mengganggu program yang sedang dilaksanakan.

 

Pembenahan organisasi juga dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan atlet.

 

Program latihan, peningkatan kemampuan, serta persiapan menghadapi kompetisi membutuhkan perencanaan dan koordinasi yang berkelanjutan.

 

Apabila kepengurusan tidak berjalan optimal, pelaksanaan program tersebut berisiko tidak maksimal.

 

Ia menegaskan, pembaruan kepengurusan bukan sekadar pergantian personel dalam struktur organisasi, melainkan bagian dari upaya menjaga tanggung jawab pengurus terhadap perkembangan cabang olahraga yang dikelolanya.

 

Selain persoalan kepengurusan, Dispora Kukar juga menaruh perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama pelatih.

 

Menurutnya, masih terdapat sejumlah cabor, khususnya yang baru berkembang, yang belum memiliki pelatih dengan standar kompetensi memadai dan masih mengandalkan pengalaman.

 

Kondisi tersebut perlu ditindaklanjuti melalui program peningkatan kapasitas dan sertifikasi pelatih.

 

Dengan kompetensi yang lebih baik, proses pembinaan diharapkan semakin terarah dan mampu membantu atlet mengembangkan potensi serta meningkatkan prestasi.

 

Dispora Kukar berharap seluruh pengurus cabor dapat mengevaluasi kondisi organisasi masing-masing, termasuk masa jabatan pengurus, keaktifan menjalankan program, serta kebutuhan peningkatan kualitas SDM.

 

Langkah tersebut diperlukan agar pembinaan olahraga di Kukar dapat berlangsung secara berkesinambungan.

 

Ia menegaskan, pengurus cabor perlu memastikan organisasi tetap aktif sekaligus memberikan perhatian terhadap pengembangan atlet dan pelatih.

“Bagaimanapun, jika pengurus tidak aktif, pembinaan cabang olahraga juga akan terkendala,” pungkasnya. (Kriz)