Dispar Kukar Siapkan Skema Wisata Terpadu, Sambungkan Destinasi Kukar dan Daerah Lain
Plt Kepala Dispar
Kukar, Awang Agus Dharmawan. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Wisatawan yang berkunjung ke Kutai Kartanegara (Kukar) diharapkan bisa menikmati lebih dari satu destinasi dalam rangkaian perjalanan mereka.
Untuk mewujudkan hal
tersebut, Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar menyiapkan konsep wisata terpadu
dengan melibatkan biro perjalanan dan berbagai pelaku industri pariwisata,
termasuk membuka peluang kerja sama lintas kabupaten dan kota di Kalimantan
Timur (Kaltim).
Pelaksana Tugas (Plt)
Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, menjelaskan bahwa pengembangan
konsep ini membutuhkan keterlibatan pelaku usaha yang memiliki peran berbeda
dalam melayani wisatawan.
Pemerintah daerah
perlu membangun komunikasi dengan pihak-pihak tersebut agar potensi wisata
dapat ditawarkan melalui paket perjalanan yang saling terhubung.
Salah satu langkah
yang ingin dikembangkan ialah membentuk wadah komunikasi bersama.
Melalui forum
tersebut, biro perjalanan, penyedia jasa katering, Asosiasi Perusahaan
Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia
(PHRI), serta pelaku usaha lainnya dapat berkoordinasi dalam merancang kegiatan
promosi pariwisata.
“Kalau kita memiliki
satu wadah komunikasi bersama, nantinya lebih mudah merumuskan paket-paket
perjalanan wisata yang saling terhubung,” ujarnya saat dihubungi pada Senin
(12/10/2026).
Menurutnya,
penyusunan paket perjalanan dapat menggabungkan destinasi yang menawarkan
pengalaman berbeda.
Wisata sejarah dan
budaya di Tenggarong, misalnya, dapat dipadukan dengan wisata alam di kawasan
ulu maupun Danau Semayang.
Rute perjalanan pun
bisa disusun dari arah yang berbeda. Wisatawan dapat memulai kunjungan dari
kawasan ulu sebelum menuju Tenggarong, atau memilih Tenggarong sebagai titik
awal sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi lainnya.
Pola tersebut
sebelumnya telah dicoba Dispar Kukar saat pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026.
Rangkaian acara yang
berlangsung sekitar delapan hari menjadi kesempatan untuk menawarkan perjalanan
wisata kepada pengunjung, sehingga kunjungan tidak hanya terpusat pada kegiatan
utama.
Pengalaman itu
menjadi salah satu dasar bagi Dispar Kukar untuk kembali menjajaki kerja sama
dengan biro perjalanan.
Ia menyebut
komunikasi dengan pelaku travel terus dilakukan guna melihat peluang
pengembangan paket wisata yang dapat ditawarkan kepada calon pengunjung.
“Kami terus menjalin
komunikasi dengan teman-teman dari biro perjalanan atau travel. Sebelumnya juga
sudah pernah kami uji coba,” kata dia.
Jangkauan kerja sama
juga diarahkan ke luar Kukar, Dispar telah menjalin komunikasi dengan sejumlah
biro perjalanan di Samarinda agar destinasi di Kukar berpeluang masuk dalam
rute perjalanan yang mereka tawarkan.
Melalui pola
tersebut, Kukar tidak hanya diposisikan sebagai tujuan wisata tersendiri,
tetapi juga dapat menjadi bagian dari perjalanan yang mencakup beberapa daerah.
Wisatawan yang datang
ke Kaltim memiliki alternatif untuk mengunjungi sejumlah destinasi dalam satu
agenda perjalanan.
Ia menegaskan,
pengembangan rute wisata terpadu tidak dibatasi oleh wilayah administratif
Kukar.
Kerja sama dengan
pelaku perjalanan dapat diperluas untuk menghubungkan destinasi antarkabupaten
dan antarkota di Kaltim.
“Bukan hanya di
Kukar, tetapi juga antarkota dan kabupaten di Kalimantan Timur,” tegasnya.
Keterlibatan berbagai
pelaku usaha menjadi bagian penting dalam konsep tersebut.
Biro perjalanan dapat
menyusun rute kunjungan, sementara sektor usaha lainnya berperan memenuhi
kebutuhan wisatawan selama perjalanan.
Koordinasi antarpihak
juga diharapkan membantu menyelaraskan promosi destinasi dengan layanan
pendukung yang tersedia.
Dispar Kukar
berharap, pengembangan paket wisata terpadu dapat memperluas pilihan perjalanan
bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Dengan menghubungkan destinasi dalam satu rute, potensi wisata di berbagai kawasan diharapkan dapat dikenal melalui pengalaman perjalanan yang lebih beragam.
“Jadi, ketika ada
pengunjung atau wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara, mereka tidak
hanya berkunjung ke satu kawasan, tetapi memiliki keterkaitan perjalanan
antardestinasi,” pungkasnya. (Adv/Kriz)