Perubahan Wajah Berau Era 1980-an Hingga Sekarang dalam Bingkai Pameran Foto 73 Tahun Berau
Oleh Admin2 menit baca260 dibaca

BERAU, POSKOTAKALTIMNEWS : Seperti membuka kembali lembaran sejarah, foto-foto lawas membawa masyarakat melihat wajah Kabupaten Berau pada masa lalu. Dari potret kehidupan masyarakat hingga perkembangan daerah, setiap gambar menyimpan cerita tentang perubahan yang telah dilalui Bumi Batiwakkal selama puluhan tahun.
Kini, rekaman perjalanan tersebut kembali dihadirkan melalui Pameran Foto 73 Tahun Berau dalam Gambar. Lebih dari sekadar bernostalgia, pameran ini menjadi ruang untuk mengenang sejarah, melihat perubahan, sekaligus merefleksikan pembangunan yang masih perlu dilanjutkan.
Bupati berau Sri Juniarsih, menilai dokumentasi foto memiliki arti penting bagi perjalanan sebuah daerah.
“Melalui gambar yang merekam berbagai periode, masyarakat dapat melihat perubahan yang terjadi sekaligus memahami capaian dan pekerjaan pembangunan yang belum terselesaikan,” ungkapnya saat memberikan sambutan di acara pemembuka Pameran di Story Mount Cafe, Kamis (29/10/2026) lalu.
Sri Juniarsih Mas menambahkan, bahwa pembangunan tidak seharusnya berhenti hanya karena pergantian kepemimpinan. Program yang masih dibutuhkan masyarakat perlu terus dilanjutkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkesinambungan.
“Siapa pun kepala daerahnya, program pembangunan yang berkelanjutan harus tetap dilaksanakan. Foto-foto ini bisa menjadi acuan untuk melanjutkan pembangunan yang mungkin belum selesai,” ujarnya.
Foto-foto yang dipamerkan menghadirkan gambaran Berau dari berbagai sudut dan masa. Perkembangan infrastruktur, kehidupan sosial masyarakat, kekayaan budaya, hingga potensi pariwisata menjadi bagian dari cerita yang tersimpan dalam arsip visual tersebut.
Melalui dokumentasi itu, pengunjung dapat membandingkan wajah Berau pada masa lalu dengan perkembangannya saat ini. Perubahan yang terlihat dalam foto menjadi cara sederhana untuk memahami perjalanan daerah, sekaligus menyadari bahwa pembangunan berlangsung melalui proses panjang.
Bagi Sri Juniarsih, rekam jejak tersebut tidak hanya penting sebagai dokumentasi sejarah, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap identitas Bumi Batiwakkal.
Foto-foto lama juga memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal kondisi daerah pada masa sebelumnya. Dengan memahami sejarah, masyarakat diharapkan dapat lebih menghargai perjalanan yang telah dilalui serta menjaga warisan budaya dan identitas lokal.
Di sisi lain, pameran ini menjadi ruang apresiasi bagi fotografer lokal dan insan media yang turut merekam berbagai peristiwa, perubahan, serta kehidupan masyarakat Berau melalui karya visual. Pameran yang difasilitasi Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kabupaten Berau ini menghadirkan karya dari 20 fotografer lokal.
Koleksi yang ditampilkan berasal dari sejumlah sumber, dengan komposisi 70 persen arsip pribadi masyarakat, 20 persen dokumentasi Prokopim, dan 10 persen arsip media lokal. Keragaman sumber tersebut menghadirkan sudut pandang yang berbeda dalam merekam perjalanan Berau. Foto-foto yang terkumpul tidak hanya memperlihatkan perkembangan fisik daerah, tetapi juga menyimpan potret kehidupan masyarakat, tradisi, dan potensi wisata yang menjadi bagian dari identitas lokal.
Setiap gambar menghadirkan potongan cerita yang melengkapi gambaran besar perjalanan Kabupaten Berau. Melalui dokumentasi tersebut, sejarah daerah dapat dikenali lebih dekat oleh masyarakat, termasuk generasi yang tidak mengalami langsung masa ketika foto-foto itu diabadikan.
Sri Juniarsih berharap, pameran ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi terhadap karya fotografer lokal, tetapi juga mampu menumbuhkan ketertarikan generasi muda untuk mempelajari sejarah daerah dan melestarikan identitasnya
“Selain menjadi ruang apresiasi bagi para fotografer lokal, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan generasi muda untuk mengenal sejarah dan melestarikan identitas daerah,” terangnya. (sep/FN/Advertorial)




