Golkar Tidak Mau Jadi Pengikut, Usung Rasid Jadi Cabup Kukar
TENGGARONG-
Partai Golkar Kukar mempertegas tidak akan menjadi pengikut partai lain di
Pilkada Kukar 2020, partai lambang pohon beringin tersebut akan mengusung kader
sendiri sebagai calon Bupati yakni jatuh pada sosok Ketua DPD Golkar Kukar
Abdul Rasid.
"Ada saja
partai lain yang mengajak koalisi di pilkada, namun syaratnya menjadi pengikut,
kami tidak mau, dan kami punya tekad bulat mengusung saudara Abdul Rasid
sebagai cabup," tegas Ketua Tim Penjaringan cabup dan cawabup Partai Golkar
Fazri Tridalaksana, Rabu(26/2/2020) sore, usai rapat Pleno pengurus Golkar Kukar.
Fazri memberikan
alasan, kenapa mengusung figur Rasid sebagai calon bupati Kukar, karena
dukungan masyarakat ditingkat arus bawah sudah tidak terbendung lagi, dan
mengamanahkan kepada sosok Rasid. Pertimbangan lainnya, kesuksesan Rasid di
perpolitikan dan perjuangan Partai Golkar sudah tidak diragukan lagi, sukses
menjadi anggota DPRD selama dua periode, dan menjabat Ketua DPRD Kukar, yang
merupakan jabatan satu level dengan bupati.
"Perjuangan
kami ada pada tagline Resolusi menang, yang akan berjuang menangkan Abdul Rasid
sebagai bupati kukar periode mendatang," jelasnya.
Pleno pengurus
golkar tersebut, dihadiri Pengurus Tingkat Kecamatan(PTK) 18 kecamatan,
organisasi sayap seperti AMPG, AMPI serta organisasi sayap lainnya, bahkan
dihadiri senior dan sesepuh partai Golkar, Setya Budi dan Yahya Salman. Dalam
waktu dekat, pengurus akan rapat, dan rencana membuka penjaringan cawabup yang
akan mendampingi Rasid di pilkada, tapi syaratnya harus satu visi dengan
golkar.
"Golkar
menang sama saja masyarakat menang," ujarnya.
Selanjutnya,
tahapan yang akan dilalui, yaitu menyampaikan kepada DPD golkar Kaltim dan DPP
golkar bahwa golkar kukar sudah lakukan pleno, dan mengusung Rasid di Pilkada Kukar.
"Kami tidak
khawatir saudara Rasid akan digeser DPP, karena tahapan yang sudah kita
laksanakan, sesuai dengan aturan dan mekanisme partai, sesuai juklak dan juknis Golkar," ujar Fazri dengan optimis.
Menurut Fazri
tidak rugi, kalau mendaftar sebagai cawabup di golkar, karena infrastruktur
partai golkar sudah kuat dan mengakar, kami punya modal 90 Ribu anggota loyal
partai di 18 kecamatan.
"Sudah sih
ada beberapa tokoh yang sudah lakukan komunikasi dengan Golkar, termasuk calon
petahana Edi Damansyah, namun komunikasi tersebut tidak ada
kelanjutannya," pungkasnya.(and/poskotakaltimnews.com)