Abdul Malik : Berharap Ada Solusi Simpang Maut RSUD
(Komisi 3 DPRD Kota Bontang, saat rapat dengar pendapat, terkait simpang maut RSUD kota Bontang, 2 Maret lalu yang menewaskan 3 orang dan 5 luka serius.)
BONTANG,Komisi III DPRD Bontang, bersama jajaran
terkait, menggelar rapat dengar pendapat terkait opsi rekayasa arus lalin
simpang RSUD yang kerap menelan korban jiwa, Rabu,11/03.
Rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi III, Abdul
Malik, mengatakan, RDP ini digelar untuk mencari alternatif rekayasa arus lalin
agar tidak insiden laka lantas beberapa waktu lalu tidak terulang untuk
kesekian kalinya.
"Makanya kami memanggil semua jajaran terkait
untuk membahas solusi yang terbaik demi keselamatan pengguna jalan
lainnya."Ujar Abdul Malik saat membuka diskusi itu.
Ia mengaku prihatin dengan kejadian diketahui sudah
empat kali menelan korban yang tidak sedikit dalam beberapa tahun terakhir
berdasarkan data sudah 4 kali menelan korban jiwa.
"Ini persoalan penting dalam hal ini untuk
menyikapi secara sigap dan cepat untuk mencari jalan keluar dalam hal
ini,"ujarnya.
Ia berharap agar penutupan sementara ini hanya uji
coba sehingga warga tidak ada yang merasa dirugikan apalagi para pengguna
jalan lainnya seperti mobil bermuatan berat yang sejatinya patut juga dicarikan
solusi yang terbaik. Ujarnya.
sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan,
Kamilan, mengatakan penutupan jalan simpang tiga RSUD tersebut memang sifatnya
sementara sembari pihaknya terus melakukan investigasi dan kajian rekayasa lalu
lintas agar tidak menimbulkan korban jiwa kembali.
"Pasca insiden maut tersebut, kami menggelar
rapat bersama forum LLAJ, akses simpang tiga kami tutup untuk sementara waktu
dan mengalihkan ke kapsulan tugu selamat datang," ujar Kamilan.
Dijelaskan, dalam forum LLAJ pasca insiden maut
tersebut, kami bahas terkait keselamatan para pengguna jalan. Hasilnya selama
lebih kurang 1 minggu ini memang memunculkan pro dan kontra. bagi
pihaknya itu hal yang wajar.
"Berbagai keluhan dan saran inilah, kami
menyimpulkan untuk sementara kami merekayasa di tugu equator. Kami punya
manajemen atau analisis rekayasa sendiri. intinya kami melihat kepentingan
umum," ujar Kamilan.
Rekayasa lalu lintas saat ini, nantinya akan dikaji
lagi, mengingat arus lalin dari dan menuju ke Bontang Lestari juga patut kita
perhitungkan. intinya kami akan melakukan kajian dan analisis terkait penutupan
simpang 3 tersebut.
"Hasil dari analisis kami itu akan dibahas di
forum LLAJ. Nantinya sebagai bahan pertimbangan termasuk dengan kecepatan
maksimal hingga minimal bahkan 30km per jam,"Ujarnya. wan/adv