KKP Sangatta Perketat Pengawasan
(Isnadon Shokeh)
SANGATTA, Koordinator Kantor Kesehatan Pelabuhan ( KKP
) Wilayah Kerja Sangatta, Isnadon Shokeh mengatakan, bahwa pengawasan pada
pintu masuk ke Kutai Timur dari wilayah laut diawasi secara ketat dan terpadu
oleh pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Wilayah Kerja Sangatta. Terlebih
saat ancaman pandemi virus corona menjadi perhatian besar seluruh pihak, baik
Pemerintah maupun masyarakat.
Dijelaskan oleh
Isnandon, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Wilayah Kerja Sangatta memiliki
fungsi cegah tangkal penyakit, pengendalian resiko lingkungan, pelayanan
vaksinasi maningitis. Di Kutai Timur KKP ada di Sangatta tepatnya di Pelabuhan
Tanjung Bara dan wilayah Sangkulirang.
" Ia mengatakan,
bahwa pihaknya terus memantau tiap-tiap kapal yang baru saja melakukan
pelayaran internasional dan bersandar diperairan Kutim. KKP setiap saat
melakukan tugas dan fungsinya untuk cegah tangkal dan pemeriksaan penyakit,terangnya
kepada wartawan Selasa (17/3/2029) pagi tadi.
Dengan personel
berjumlah 5 orang yang diantaranya adalah dokter, petugas medis, petugas
kesehatan masyarakat, serta beberapa petugas kesehatan lingkungan. Adanya pandemi corona, tentu pemeriksaan lebih
intens dan terperinci makin jadi prioritas KKP Sangatta.
Isnandon Shokeh
menyebutkan, bahwa pintu masuk dari laut ke Sangatta, ada di pelabuhan Tanjung
Bara. Sebelum kapal-kapal sandar dan melakukan aktifitas apapun, tentu pihak
kami melakukan screaning terkait penyakit-penyakit menular, salah-satunya yakni
Covid 19. Sebelum adanya penyakit ini, kami telah melakukan tugas dan fungsi
untuk cegah tangkal dan pemeriksaan
penyakit lainnya," ungkapnya.
Dalam tiap bulannya
kapal-kapal masuk di Tanjung Bara berjumlah 50 - 60 buah kapal, yang jika
rata-rata dihitung ada 2 kapal perharinya di Kutim. Waktu pemeriksaan untuk 1
buah kapal oleh KKP Sangatta 2-3 jam, dimana pemeriksaan dilakukan pada kru
kapal, kapal, makanan dan air minum, hingga kondisi lingkungannya.
KKP Sangatta sendiri
dalam menyikapi pandemic corona yang menjadi ancaman ditiap-tiap negara, mengedepankan penggunaan Alat Pelindung Diri
(APD) lengkap, mulai dari masker, baju, sarung tangan, kaca mata, hingga sepatu
APD. Bahkan jika ada seseorang yang memiliki suhu badan diatas 38 derajat, maka
akan dicurigai memiliki penyakit-penyakit tertentu.tegasnya.(nd)