Dampak Corona, Masyarakat Menderita, Harga Sembako Drastis "Menggila" Pedagang Merugi
///Keterangan
foto : Toko AZRI Sembako , milik Syarif (46) di Jalan Gajah Mada,
Kelurahan Barong Tongkok, Rabu 1 April 2020, sepi pembeli///
SENDAWAR
– Akibat merebaknya Coronavirus Disease (Covid-19) di dunia saat ini,
berpengaruh besar terhadap masyarakat di Kabupaten Kutai Barat (Kubar),
Kalimantan Timur.
Selain dampak
psikis yang menimbulkan ketakutan, karena di Kubar sudah ada sejumlah angka
Orang Dalam Pemantauan (ODP), dampak ekonomi masyarakat mulai terlihat
memburuk.
Dalam pantauan
lapangan Poskota Kaltim, sejak sepekan terakhir masyarakat disejumlah kecamatan
dari 16 kecamatan se-Kubar banyak yang mengeluh. Karena tak bisa
keluar rumah seperti biasanya.
“Saya hanya
buruh bangunan harian lepas pak (wartawan, Red.-). Kalau saya tidak bekerja
setiap hari, makan apa anak dan istri saya,” ungkap Sudiyanto (45) , salah satu
warga Kampung Sumber Sari kepada Poskota Kaltim, Rabu (1/4/2020) di Kelurahan
Barong Tongkok.
Sudiyanto yang
merupakan buruh bangunan dan bekerja disalah satu pembangunan perumahan di
Barong Tongkok itu mengakui bahwa dengan upah Rp175 ribu perhari, cukup
untuk menghidupi istri dan dua anaknya. Tetapi kondisi ‘Lockdown’ sejak sepekan
terakhir, membuatnya tak berani keluar untuk bekerja.
“Saya pusing
juga pak, beras hampir habis, biaya anak sekolah harus ngutang dengan rentenir
harian,” ucapnya lirih.
Lain halnya yang
dikeluhkan Sri Lestari (37), ibu beranak dua, warga Kelurahan Barong Tongkok,
Kecamatan Barong Tongkok. Dia mengaku kaget dengan kenaikan harga sembako
saat ini disejumlah toko di Barong Tongkok.
“Pagi tadi saya
belanja , sangat kaget harga gula pasir per kilo gram (kg) Rp 20 ribu. Padahal
5 hari lalu saya beli hanya Rp15 ribu per kg di warung yang sama. Untuk
memastikan saya tanya di toko lainnya, ternyata memang sudah naik harganya,”
ungkapnya.
Memastikan
kondisi kenaikan harga sembako, Poskota Kaltim mengonfirmasi sejumlah pemilik
toko sembako di Kelurahan Barong Tongkok. Alhasil, harga sejumlah kebutuhan
pokok masyarakat saat ini memang mengalami kenaikan harga.
“Iya memang naik
harga sembako pak (wartawan). Terutama gula pasir yang biasanya Rp17 ribu
per kg, sekarang dijual dengan harga Rp 20 ribu per kg. Juga telur ayam ras
semula dibawah Rp 50 ribu per piring, sekarang merata Rp 50 ribu per piring,”
jelas Syarif (46) pemilik Toko AZRI Sembako di Jalan Gajah Mada, Barong
Tongkok.
Syarif
menjelaskan, kondisi kenaikan harga memang berdasarkan pengiriman dari
Kota Samarinda. Bahkan gula pasir dan telur ayam saat ini sulit didapat.
“Tidak ada kesengajaan, semua itu kami sesuaikan dengan harga beli dan pengiriman sembako dari Samarinda,” ungkap dia.
Syarif juga
mengeluh dengan kondisi menurunnya jumlah pembeli selama ‘musim corona’ ini.
Menurutnya penurunan jumlah masyarakat yang berbelanja selama dua pekan
terakhir mencapai 70 persen.
“Sedih, semoga
segera berlalu Corona. Karena jumlah pembeli berkurang, pendapatan setiap hari
hampir tidak menutupi jumlah modal dagang,” bebernya.
Tak hanya Syarif
, puluhan pemilik warung dan toko sembako di Kecamatan Barong Tongkok dan Melak
mengaku sangat merugi dengan kondisi merebaknya Corona di dunia saat ini.
“Saya bersama
kawan-kawan pedagang berdoa agar musibah Corona ini cepat berlalu dan
hilang selamanya di dunia. Saya tidak bisa ceritakan kerugian dagang, karena
setiap hari hampir tidak ada masyarakat yang membeli sembako ditempat saya,”
ujar Haris (51) pemilik toko sembako di Jalan KH Dewantara, Kelurahan
Melak Ulu.
Dikonfirmasi
terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah
(Disdagkop dan UKM) Kutai Barat, Salomon Sartono mengakui bahwa benar
kondisi terjadi kenaikan harga sejumlah jenis sembako dibeberapa kecamatan di
Kubar.
“Iya benar,
karena Disdagkop dan UKM Kubar setiap hari memantau sejumlah pasar di Kota
Sendawar dan sekitarnya. Terutama gula pasir mengalami kenaikan harga,”
tegasnya di ujung telepon, saat dihubungi Poskota Kaltim, Rabu (1/4/2020)
sore.
Tetapi Salomon
mengimbau masyarakat agar tak resah, karena Disdagkop Kubar telah berkordinasi
dengan Disperindagkop Provinsi Kaltim. Bahkan menurutnya, Disdagkop Kubar
sudah mengisi analisa kebutuhan dan dikirim ke provinsi dan pusat.
“Hal itu untuk
meminta bantuan provinsi dan pusat. Jika dilakukan operasi pasar, tidak mungkin
untuk mengumpulkan orang banyak dengan kondisi saat ini,” ucapnya.
Terhadap stok
beras di Kubar saat ini, Salomon Sartono mengungkapkan agar masyarakat 16
kecamatan tak perlu kawatir.
“Masih cukup,
pagi tadi (Rabu, Red,.-) kami sudah memantau pada 4 agen dalam Kota
Sendawar dan Kecamatan Linggang Bigung. Totalnya masih ada 35 ton stok beras di
4 agen itu belum didistribusikan ke pasar dan toko sembako se-Kubar,” ujarnya.
“Disdagkop dan
UKM Kubar telah berkoordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) serta
Disperindagkop Provinisi Kaltim terkait kondisi ini. Bahkan untuk mempersiapkan
stok sembako Kubar jika terjadi pembatasan orang keluar dan masuk daerah,”
tandas Salomon.(imn)