Langkah Strategis Disperindagkop Kaltim dalam Pendemi Covid-19
(Fuad Assadin)
SAMARINDA-
Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan
UMKM Provinsi Kaltim dalam pendemi kasus Coronovirus
Diseasae (Covid-19) melakukan 5 langkas strategis,
salah satunya memberikan bantun permodalan dan mendorong para
pelaku usaha melakukan diversifikasi usaha seperti
pembuatan masker.
‘Kita
mengalokasikan dana secara khusus yang nantinya bisa menyerap
sekitar 500 pelaku usaha, yang sudah didata seperti dari
Samarinda 250, Balikpapan 30, Panajam Paser Utara 5, Kutai Kartanegara
75, Kutai Barat 5, Berau 15, Bontang 15 dan Kutim 10, sehingga
totalnya 405 dan masih membutuhkan 95 pelaku usaha, seperti dari
Kabupaten Paser dan Mahakam Ulu,” kata Kepala Disperindagkop dan UMKM
Kaltim Fuad Assadin, saat rapat melalui video conference
dengan Komisi IV DPRD Kaltim, Senin (13/4/2020).
Didalam
bidang pemesaran, lanjut Fuad , Disperindagkop mendorong pera
pelaku usaha melakukan penjualan biaya outled seperti display
maupun menjual di warung-warung, waupun pembelinya sangat kurang,
sehingga mencoba mendorong penjualan-penjulan secara online.
“Didalam
penjualan secara online, pemerintah juga akan memberikan bantuan ongkos angkut,
termasuk program pasar murah, dimana dalam pelaksanaan pasar murah nantin,
tidak dilakukan seperti sebelumnya, tetapi distributor akan
melayani pembeli melalui jasa pengangkutan, dijasa angkutan itu nanti
yang mencoba kita subsisdi, itu merupakan langkah strategis yang
kita atasi dalam pendemi Covid-19 di Kaltim,” tandasnya.
Fuad mengatakan, strategis
lainnya adalah disektor pasar, bagaimana bisa memperluas
aksesnya baik didalam maupun diluar negeri, baik melalui outled maupun
online, kemudian masih fokus dalam meningkatkan
produksi dan inovasi untuk meningkatkan daya saing produksi
dan jasa yang dihasilkan oleh para pelaku usaha, termasuk permodalan
bagi para pelaku usaha. (mar)