Pasien di Kukar Meninggal Dunia, Dikuburkan dengan Cara Protokol Covid-19

img

(Martina Yulianti)


TENGGARONG, Satu lagi pasien di RSUD AM Parikesit, Tenggarong Seberang Kutai Kartanegara (Kukar) dinyatakan meninggal dunia, hingga saat ini belum diketahui apakah postif terinveksi COVID-19 atau negatif

Juru bicara tim Percepatan Penanganan Covid-19 Kukar, Martina Yulianti menerangkan alasan belum diketahuinya, apakah pasien  yang meninggal  terinfeksi Corona atau tidak, sebab hasil tes Swab pasien tersebut belum keluar dari Litbangkes Kementrian Kesehatan di Surabaya dan pasien tersebut pun tetap dilakukan penguburan dengan Protokol Covid-19.

 “Kita hari ini menguburkan satu orang lagi dengan cara protokol Covid-19.” Katanya tadi siang di Tenggarong.

Meski dari hasil rapid test menyatakan negatif, kini pemerintah sedang menunggu hasil swab dari Surabaya. 

“Kita sedang menunggu hasil swab dari Surabaya, mudah-mudahan kalau kita dapat hasilnya nanti malam, entah positif atau negatif, akan kita sampaikan," jelasnya.

Hasil Swab Keluar, Hasil Tak Jelas

Martina Yulianti juga, menerangkan ada satu tambahan data yakni Probable, Penambahan ini dikarenakan hasil swab tenggorkan seorang pasien perempuan (39) yang meninggal pada Minggu lalu yang hasil swabnya di kirim ke Labotarium di surabaya itu tidak dapat di pastiakan positif atau negatif Covid-19.

“Jadi saya mengumumkan pada kasus meninggal pertama kali itu hasil Swab nya Probable, jadi tidak negatif ataupun Positif.” katanya. 

Berdasarkan difinisi oprasional pasien dengan Covid-19 itu dimulai dari orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemantauana (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) Probable dan juga confirmasi.

“Confirmasi itu yang jelas sudah di ketahui memang ada virus nya, sedangkan Probable itu hasilnya tidak menyakinakan. Jadi tidak bisa di bilang terkena virus tetapi tidak cukup kuat di nyatakan ada virus.” Jelasnya.

Menurutnya, kini status kepada pasien Perempuan (39) yang meninggal tersebut Probable. “Karena pasien sudah meninggal sehingga kita tidak bisa mengulang pengambilan sampel, apabila masih ada kita bisa mengulang kembali pengambilan sampel nya. “Kalo ini tidak biasa jadi tetap terus Probable” ucapnya.dra