Wagub : Komunikasi Harus Dari Hati
(Hadi Mulyadi, Gubernur Kaltim)
SAMARINDA-Pandemi
Covid-19 yang masih melanda tak mengendurkan semangat Wakil Gubernur Kaltim H
Hadi Mulyadi untuk berbagi ilmu.
Bersama Semesta
Academy dalam Seminar Online Public Speaking bertajuk "Speak with
Power and Confidence", Sabtu (2/5/2020), Hadi tampil sebagai keynote
speaker dan berbagi pengalaman.
Ada pesan menarik
yang disampaikan mantan legislator Senayan dan Karang Paci ini tentang
komunikasi.
"Sebaik-baik
komunikasi itu adalah komunikasi yang lahir dari hati," ucap Hadi dalam
seminar online yang dipandu news anchor TVRI, I Made Kertayasa.
Komunikasi yang lahir
dari hati kata Hadi, akan mampu menembus hati pendengarnya. Karena dari
hati yang tulus, sebaik atau sejelek apa pun pembicaraan akan mudah diterima.
Hadi juga tak ragu
membuka resep suksesinya saat berbicara di depan umum (public speaking).
Menurutnya, setiap orang harus memiliki kepercayaan diri, menguasai konten
pembicaraan, memahami waktu berbicara, serta memahami situasi dan
audiens.
Diterangkannya,
berbicara di depan umum, apalagi di depan kamera, tidak semudah seperti yang
terlihat. Untuk itu diperlukan kepercayaan diri yang tinggi didukung kemampuan
berbicara dan kontrol diri yang baik.
Komunikasi juga harus
berangkat dengan niat dan tujuan yang baik, serta bisa memberikan manfaat
sebanyak-banyaknya untuk tujuan yang baik dan positif.
Pada era yang semakin
modern ini, kecakapan menguasai ilmu pengetahuan juga sangat
diperlukan. Kemampuan ini akan membantu menemukan titik poin dengan lawan
bicara atau audiens, dan akhirnya menemukan tujuan dari pembicaraan yang
disampaikan.
"Yang jelas
jangan pernah berhenti belajar," tegas Hadi.
Kepada sekitar 97
peserta seminar online ini, Hadi pun tak ragu menceritakan kebiasaannya
memperhatikan setiap orang yang berbicara, siapa pun dia. Tujuannya untuk
mengambil ilmu dan pengalaman dari orang tersebut.
"Jangan pernah
merasa cukup dengan ilmu pengetahuan yang kita miliki. Tips dari saya, selalu
berdoa sebelum memulai berbicara di depan umum. Dan juga harus pintar membaca
situasi dan memahami situasi berbicara, sehingga audiens dapat dengan mudah
memahami apa yang kita sampaikan," pesan Hadi sekaligus memberi ulasan.
Peserta seminar
merupakan partisipan dari berbagai daerah di antaranya Bengkulu, Bandung,
Balikpapan, Paser dan Samarinda. Sebagian besar mereka merupakan mahasiswa dari
berbagai jurusan dan strata pendidikan di sejumlah perguruan tinggi.(mar)