Sekda Sunggono Lepas 72 Karyawan Pertamina Sangasanga, Usai Karantina 14 Hari

img

(Suasana pelepasan 72 pekerja Pertamina Field Sangasanga, yang sudah selesai proses karantina di hotel Grand Fatma Tenggarong)

 

TENGGARONG- Dengan suasana sosial distancing di lantai dasar Hotel Grand Fatma Tenggarong, menggantikan Bupati Kukar Edi Damansyaj yang berhalangan hadir, Sekda Kukar Sunggono melepas para karyawan Pertamina Field Sangasanga, setelah dilakukan karantina selama 14 hari bagi 72 karyawan, Minggu(3/5/2020) pagi.

Pelepasan juga dihadiri Kadinkes kukar dr Martina Yulianti, Kabag protokol dan komunikasi publik Pemkab Kukar Ismet, serta perwakilan Forkopimda kukar.

Sunggono mengucapkan terima kasih kepada 72 karyawan pertamina yang mau mengikuti prosedur yang ditetapkan Pemkab Kukar, dengan bersedia diisolasi selama 14 hari di hotel yang ada di Tenggarong.

"Pemkab Kukar punya konsep yang jelas, untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19, dengan melakukan karantina bagi pelaku perjalanan dari daerah pandemik maupun non pandemik," tegas Sunggono.

Sunggono menambahkan, sisi positif dari proses isolasi, bagaimana menerapkan pola hidup bersih dan sehat, sosial distancing antar sesama teman dan sabar.

Sunggono menyinggung belum lama ini pemkab juga sudah melepas 300 lebih mahasiswa dan pelajar Kukar yang menempuh study diluar kukar, yang juga dilakukan isolasi dibeberapa tempat yang ada di Tenggarong dan Samarinda.

"Pelayanan yang diberikan pemkab kepada mahasiswa pelajar dan pekerja jelas berbeda," ujarnya.

Sementara itu, Manajer lapangan Pertamina Field Sangasanga Jemy Oktavianus mengucapkan terima kasih kepada pemkab kukar, yang telah memberikan pelayanan maksimal kepada 72 pekerja kami, yang dikarantina, ini menjadi pengalaman luar biasa dan tidak terlupakan bagi kami.

"Nanti, bakal datang lagi cloter 2 pekerja yang berjumlah 15 orang, entah kapan, tapi kalau dilakukan karantina lagi, jangan pindah tempat, tetap di hotel yang sama," ujarnya.

Selesai karantina, Jemy memastikan karyawannya dalam keadaan sehat, dan masyarakat Kukar tidak perlu khawatir lagi dengan keberadaan karyawan yang didominasi berasal dari pulau Jawa dan Sumatera.

"Para pekerja yang dikarantina semuanya tenaga ahli, yang akan bertugas dibidang pengeboran minyak yang ada di Sangasanga," pungkasnya.(and/adv)