Kepala BKKBN yang Baru Sowan ke Gubernur Kaltim
Oleh Admin2 menit baca5.562 dibaca

(Kepala perwakilan BKKBN Kaltim H Muhammad Edi Muin bersama Gubernur Kaltim)
SAMARINDA- Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kaltim yang baru Drs. H Muhammad Edi Muin M.Si bersama Sekretaris, Kabit Lalitbang, Kasubid AKIE, Kasubid Umum dan Humas BKKBN Kaltim sowan ke Gubernur Kaltim H Isran Noor.
Dalam kesempatan tersebut Isran Noor mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas di Benua Etam Provinsi Kaltim, semoga Kepala BKKBN yang baru bisa terus melanjutkan program-program BKKBN yang sebelumnya dilaksanakan oleh Kepala BKKN yang lama Drs.Eli Kusnaeli.
“Pemprov Kaltim sangat terbuka, oleh karena itu kerjasama dan program yang sebelumnya dilaksanakan Eli Kusnaeli, bisa dilanjutkan H Muhammad Edi Muin, sinergitas pada lintas sektor harus terus dilakukan dalam menyukseskan progrm-program BKKBN,” kata Isran Noor saat menerima kunjungan kepala BKKB yang baru, diruang rapat Gubernur Kaltim, Rabu (12/5/2020)
Isran Noor mengatakan dalam pandemi Covid-19 saat ini, berbagai kegiatan ditunda sebagai pelaksanaan physical distancing (menjaga jarak) termasuk kegiatan pisah-sambut kepala instansi vertikal, yang sebelum ada pandemi covid-19.
“ Harap dimaklumi, acara pisah sambut tidak bisa kita laksanakan karena phycical distancing , sebelumnya juga kepala BNNP Kaltim Raja Haryono pindah tugas dari Kaltim, dan sudah pamit untuk melaksanakan tugasnya di Jakarta,” kata Isran Noor.
H. Muhmmad Edi Muin, mengatakan sebelum bertugas sebagai kepala Perwakilan BKKN Kaltim, ia juga menjadi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, oleh karena itu kehadirannya di Provinsi Kaltim bisa diterima dan didukung Pemprov Kaltim dalam melaksanakan program-program BKKBN.
“ Sebagai pengganti, tentu saya akan melanjutkan program-program BKKBN yang ada, namun demikian isu-isu strategi intensitasnya akan ditingkatkan, salah satunya adalah pandemi Covid-19 sekarang ini, dimana pelayanan masyarakat untuk mengakses pelayanan kesehatan sangat terbatas karena diberlakukannya physical distancing, kemudian harus berdiam dirumah, bekerja dirumah dan beribadah dirumah, sesuai anjuran pemerintah,” kata Muhammad Edi Muin.
Karena keterbatasan akses tersebut, lanjut Muhammad Edi Muin, harus disikapi dengan bijak, salah satu yang akan dilakukan adalah mengaktipkan seluruh penyuluh KB pada tingkat terbawah yang dengan masyarakat, artinya para penyuluh tersebut harus hadir ditengah masyarakat ketika masyarakat membutuhkan pelayanan KB.
“Termasuk yang kita jangkau sekarang adalah pemberian kontrasepsi ulangan untuk pil dan kondom, yang tentunya ada kerjasama dengan bidan, oleh karena itu pagi pasangan usia subur yang menggunkan pil jangan sampai kehabisan, karena kalau pilnya habis dan kegiatanya masih aktif, tentun bisa positif (hamil), Covid-19 negatif tetapi ibunya positif (hamil) dan hal seperti ini yang harus kita jaga, jangan sampai pasca Covid-19 ini berdampak baby bom,” papar Muhammad Edi Muin.(mar)



