Pupuk Lokal Pourinka Diharapkan jadi Solusi Petani Berau

img

Di Tengah Kendala Izin, Dukungan untuk Pupuk Pourinka Terus Mengalir ke Poktan Batu Putih

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Pupuk lokal Pourinka diharapkan menjadi solusi bagi petani Berau, namun masih terkendala proses izin dan standar laboratorium.

Harapan untuk pupuk lokal yang dapat membantu meningkatkan produktivitas petani di Kabupaten Berau terus diperjuangkan. Meski masih menghadapi kendala perizinan dan hasil uji laboratorium, dukungan terhadap pengembangan pupuk Pourinka tetap mengalir.

Hal itu terlihat saat Ketua Koordinator Pejuang Sigap Sejahtera, Hamzah Nasir, menyerahkan sejumlah alat penunjang kepada kelompok tani (Poktan) di Kampung Kayu Indah, Kecamatan Batu Putih.

Dalam pertemuan tersebut, Hamzah Nasir berdialog langsung dengan Ketua Poktan yang menyampaikan berbagai kendala yang masih dihadapi dalam pengembangan pupuk Pourinka, terutama terkait proses izin edar yang hingga kini belum rampung.

Selain itu, pupuk tersebut juga telah beberapa kali menjalani pengujian laboratorium. Hingga saat ini, tercatat hampir empat kali uji lab dilakukan, namun hasilnya masih dinilai belum maksimal karena terdapat unsur tertentu yang belum memenuhi standar yang dipersyaratkan.

Meski demikian, upaya untuk terus mengembangkan pupuk lokal ini tidak berhenti. Sebagai bentuk dukungan terhadap kelompok tani, Hamzah Nasir menyerahkan berbagai alat penunjang, di antaranya sumur bor, tandon air, hingga perlengkapan alat laut.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas dan kinerja kelompok tani, sehingga pengelolaan pupuk Pourinka ke depan dapat berjalan lebih optimal.

Tak hanya itu, Hamzah Nasir juga memberikan arahan serta sejumlah masukan kepada para petani terkait langkah-langkah yang perlu ditempuh agar pengembangan pupuk tersebut dapat terus berlanjut.

Ia juga menyatakan komitmennya untuk turut mengupayakan proses pengurusan izin edar pupuk Pourinka, khususnya agar dapat digunakan secara legal di wilayah Kabupaten Berau.

Dengan adanya dukungan fasilitas dan pendampingan tersebut, kelompok tani diharapkan semakin termotivasi untuk mengembangkan pupuk lokal yang berpotensi menjadi alternatif bagi kebutuhan pupuk petani di daerah. (sep/fn)