Banjir Rob Rendam Puluhan Rumah Warga Bontang

img

(Kondisi rumah warga yang terkena banjir)


BONTANG, Banjir rob atau banjir yang disebabkan air laut masuk ke darat  merendam sejumlah rumah warga di 2 RT di Kelurahan Berbas Pantai. Fenomena ini kerap terjadi menjelang akhir tahun.

Seperti yang terjadi  Minggu (15/11/2020) puluhan rumah warga di RT 18 dan RT 19 terendam air setinggi mata kaki orang dewasa.

Saat ditemui di lokasi banjir, salah satu warga Saparuddin mengatakan, banjir acap kali terjadi apabila sudah di akhir tahun."Banjir biasanya bulan sebelas duabelas, dan biasa dua sampai tiga hari pasang," ujarnya saat membereskan sisa banjir.

Fenomena Banjir rob ini sudah berlangsung 3-4 Tahun . Bahkan, pada momen tertentu ketinggian air sampai masuk ke rumah warga."Dulu dua tiga tahun baru masuk rumah, tahun lalu hanya di jalan," tuturnya.

Kondisi dikeluhkan warga. Ditambah jalan yang belum diaspal sepenuhnya, akibatnya tanah ikut larut bersama air ke rumah-rumah warga.

Ismail, warga RT 18 mengaku banjir hampir terjadi saat air laut pasang.Tak hanya saat akhir tahun saja, banjir rob juga meninggi beberapa bulan sebelum lebaran.

Ia mengaku, heran dengan kondisi yang menimpa wilayahnya. Kejadian ini disebut-sebut kian parah sejak 3 tahun belakangan."Apakah karena memang air laut yang pasang tinggi. Atau karena pengaruh reklamasi yah," ungkapnya.

Udin yang juga rumahnya tak jauh dari lokasi menilai solusi alamiah untuk menangani banjir pernah dilakukan, yakni dengan menanam pohon mangrove.

Sayangnya, bibit pohon mangrove gagal tumbuh dan mati. Saat ini lokasi penanaman menjadi tempat bermain anak-anak.

Dari pantauan media  banjir terjadi dalam beberapa jam menjelang malam. Selepas pukul 20.00 air tampak mulai surut menyisakan jalanan yang berlumpur saja.

Beberapa warga masih ada yang membersihkan sisa-sisa banjir yang masuk di dalam rumah.(wan/poskotakaltimnews.com)