Perkebunan Berkelanjutan Dukung FCPF
(workshop verifikasi validasi data perlindungan areal nilai konservasi tinggi)
BERAU-Dinas
Perkebunan (Disbun) Prov Kaltim kembali menggelar Workshop Verifikasi Validasi
Data Perlindungan Areal Nilai Konservasi Tinggi (ANKT). Kali ini di gelar di
kabupaten paling utara Benua Etam, yakni Bumi Batiwakkal, Kabupaten Berau.
Sekaligus menjadi rangkaian terakhir dari pelaksanaan workshop di 7 (tujuh)
kabupaten se Kaltim.
Kegiatan workshop
dalam kerangka program Forest Carbon Partnership Facility-Carbon Fund (FCPF-CF)
ini digelar di Ballroom Hotel Exclusive, Tanjung Redeb, Kamis (19/11), yang
dibuka oleh Kepala Disbun Kaltim Ujang Rachmad.
Ujang Rachmad
mengungkapkan workshop ini sebagai upaya melakukan verifikasi dan identifikasi
luasan ANKT yang sejak awal ditetapkan dalam deklarasi pembangunan perkebunan
berkelanjutan, yaitu seluas 640 ribu hektare di 7 kabupaten se Kaltim.
"Data-data awal
itu akan kita verifikasi kembali dan kita ingin memastikan sesungguhnya berapa
yang bisa kita kelola ANKT nya. Angkanya mungkin memang lebih kecil dari 640
ribu hektare, tetapi pada saatnya nanti setelah verifikasi dan validasi, baik
luasan, lokasinya dimana dan jenis ANKT nya, itu nanti menentukan bentuk-bentuk
dan cara-cara pengelolaan ANKT di masing-masing perkebunan, baik pada areal
yang sudah berijin ataupun belum berijin yang menjadi tanggung jawab
pemerintah," ungkap Ujang.
Untuk wilayah Berau,
lanjut dia, sesuai dengan komitmen awal yang dituangkan dalam bentuk SK Bupati
untuk kawasan perkebunan yang belum dibebani ijin sudah ditetapkan seluas 80
ribu hektare.
"Nanti kita akan
lihat di Berau ini berapa yang kita peroleh ANKT nya setelah di verifikasi dan
validasi. Namun seperti diketahui data awal pada areal yang telah dibebani ijin
sudah ada teridentifikasi seluas 14 ribu hektare lebih," jelasnya.
Hadir Kepala Disbun
Berau Sumaryono serta jajaran, Sekretaris Disbun Kaltim Henny Herdiyanto,
Koordinator Proyek FCPF I Wayan Susi Dharmawan, Forum Perkebunan Berkelanjutan
Berau, DDPI Kaltim, YKAN, GIZ, Solidaridad, Gapki, serta peserta perwakilan
perusahaan Perkebunan Besar Swasta (PBS) di wilayah Berau. (mar/poskotakaltimnews.com)