Pembangunan Memerlukan Dukungan SDM Berkualitas
(Seminar Peningkatan Kualitas Keluarga Tahun 2020)
SAMARINDA Dinas Kependudukan, Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim
menggelar Seminar Peningkatan Kualitas Keluarga Tahun 2020 dengan tema
Perjuangan Perempuan di Era Tatanan Baru (New Normal).
Plt Kepala DKP3A Kaltim Zaina Yurda
mengatakan, pembangunan memerlukan dukungan sumber daya manusia yang
berkualitas, kuat dan tangguh dalam menghadapi segala tantangan dinamika
kehidupan. Sebagai negara yang besar dan dengan jumlah penduduk yang besar
pula, titik berat pembangunan tidak hanya pada satu sektor saja, tetapi pada
berbagai segi kehidupan serta harus memperhatikan pula kualitas penduduknya.
“Pada masa pandemi Covid-19 yang terjadi saat
ini, beban keluarga menjadi lebih besar dan kompleks, di satu pihak pengeluaran
bertambah sedangkan banyak kepala keluarga tidak bekerja lagi terkena di PHK,
anak sekolah harus belajar di rumah, sehingga rumah menjadi tempat berkumpul
seluruh keluarga. Dengan demikian di perlukan peran perempuan atau ibu untuk
membantu mencari jalan keluar dari masalah tersebut terutama untuk mengatasi
kebutuhan sehari-hari,” papar Zaina Yurda
saat membuka seminar, yang digelar di Ruang Rapat Tepian I Kantor
Gubernur Kaltim, Selasa (15/12/2020).
Zaina Yurda menambahkan, berdasarkan data
Sistem Informasi Online (Simfoni PPA) Tahun 2020, terjadi kasus kekerasan di
Kaltim sampai dengan bulan Agustus sebanyak 291 kasus, Angka perceraian pun
meningkat, menurut data dari Pengadilan Agama Kaltim kasus cerai gugat sebanyak
1.058 kasus dan kasus cerai talak 358 kasus.
“Artinya bahwa perempuan lebih banyak yang
menuntut cerai dari pada laki-laki dengan berbagai alasan, namun yang paling
banyak alasannya adalah karena faktor ekonomi. Sehingga peran perempuan sebagai
ibu rumah tangga dalam kondisi pandemi seperti ini di tuntut untuk memiliki
peran yang lebih besar dan mampu beradaptasi di berbagai situasi,” imbuhnya.
Selain itu, lanjut Yurda, perempuan sebagai
istri juga sebagai guru dan sebagai konselor bagi anak anak agar selalu
memenuhi protokol kesehatan, ibu juga di tuntut mempunyai kemampuan IT yang
tinggi untuk mendampingi anak anak belajar secara daring di rumah.
" Menyadari besarnya beban keluarga di
masa pendemi ini, sehingga pentingnya memberikan wawasan kepada kelurga
menjalani peran dan fungsinya masing-masing serta tetap menjaga
kesehatan," kata Zaina Yurda
Kegiatan dilaksanakan
secara daring dan luring tersebut dalam
rangkain peringatan Hari Ibu Tingkat Provinsi Kaltim ke-92 tahun. Dan diikuti
40 peserta. Hadir menjadi narasumber
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Fitri Maisyaroh dan Ketua LPK Atiqna Sm@rt
Samarinda Silvi
Vidiarti.(mar/poskotakaltimnews.com).