Pertamina RU V Dukung Pengembangan Centra Kampung Inggris di Lawe-Lawe
(syukuran Pengembangan Tahap Pertama Program
Central Kampung Inggris dan Kreativitas Masyarakat)
PENAJAM PASER UTARA - Yayasan Sansis Children
dan Pertamina RU V selenggarakan syukuran selesainya pengembangan tahap pertama
program Central Kampung Inggris dan Kreativitas Masyarakat di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam.
(Jumat, 08/01).
"Kami ingin mengabdikan diri untuk
pengembangan sumber daya manusia khususnya bahasa Inggris" ujar pengurus
Yayasan Sansis Children Sandry. Bersama dengan rekannya Siska Tangdibali,
mereka berdua mengembangkan program belajar bahasa Inggris gratis kepada anak-anak
usia SD dan SMP sejak tahun 2017.
Program ini menurut Sandry, mereka awali
dengan melaksanakan kegiatan belajar mengajar di Kantor Kelurahan Lawe-Lawe.
"Kemudian bersama Pemerintah Kelurahan Lawe-Lawe kami dipertemukan dengan
Pertamina RU V Balikpapan dan akhirnya terjalin kerja sama" ujarnya.
Sandri menjelaskan bahwa pada tahap awal
dikembangkan sarana pendukung karena pelaksanaan kegiatan bertempat di
Kelurahan sudah tidak memadai lagi. "Awal mulai kegiatan jumlah murid
hanya sekitar 20 orang. Namun seiring waktu meningkat menjadi sekitar 125
anak" jelasnya.
"Kami telah menyelesaikan pembangunan 1
bangunan yang akan difungsikan sebagai kantor, 6 unit pendopo, 1 unit toilet, 2
unit sumur bor serta penyambungan listrik sebagai realisasi bantuan tahap pertama
dari Pertamina" kata Sandry.
Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Ir. H
Hamdam yang hadir pada acara syukuran mengatakan bahwa pemerintah PPU menyambut
baik program yang diselenggarakan oleh Yayasan Sansis Children dan Pertamina RU
V Balikpapan. "Pemerintah tentunya bangga dengan apa yang telah dilakukan
saat ini" ujarnya.
Hamdan yang sedari awal mendukung program
tersebut menyampaikan bahwa pengembangan program tersebut memang memerlukan
waktu. "Tentunya ada yang belum sempurna, namun yang penting semangat dan
komitmen dalam mengembangkan program ini" katanya.
Kepada pengurus Yayasan, Hamdan menyampaikan
agar walaupun masih ada keterbatasan, dia berharap semangat terus dijaga.
"Keterbatasan sarana jangan sampai mengecilkan semangat. Dan juga yang
penting menjaga komunikasi kepada semua pemangku kepentingan." katanya.
"Saya juga mengharapkan kepada
masyarakat agar turut membantu pengembangan program ini dengan memberikan
kepercayaan kepada mereka" ajak Hamdan.
Sementara itu di tempat terpisah, Region
Manager Communication, Relations & CSR Kalimantan Roberth MV Dumatubun
menyampaikan bahwa program Kampung Inggris ini adalah sebuah program kolaborasi
dari berbagai pemangku kepentingan. "Di awal ketika memulai pembangunan,
Pak Wakil Bupati sudah langsung turut terlibat, kemudian disusul bantuan
perataan lokasi dari Pemerintah Kabupaten. Selanjutnya Pertamina menyalurkan
bantuan yang dikelola secara swakelola menjadi fasilitas bangunan."
katanya.
"Dan yang tak kalah pentingnya adalah
ada local hero yang muncul disana yaitu dua srikandi Sandry dan Siska"
ujarnya.
Robert menjelaskan bahwa Pertamina mendukung
visi Yayasan Sansis Children untuk mengembangan sumber daya manusia khususnya
dalam bidang pengembangan bahasa Inggris di Kabupaten Penajam Paser Utara.
"Ini merupakan sebuah kolaborasi bersama
untuk mewujudkan mimpi mengembangkan kemampuan para pelajar di sekitar operasi
perusahaan. Kita yakin selalu ada energi lebih untuk memajukan Indonesia"
tutupnya.(mid/poskotakaltimnews.com)