Bantu Penanganan Banjir di Kalsel, BNPB Kerahkan Empat Helikopter
(Helikopter saat akan mendarat)
BADAN Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan empat helikopter guna membantu
penanganan bencana banjir dan longsor di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan
(Kalsel). Helikopter digunakan untuk melakukan pemantauan kondisi banjir dan
mensuplai bahan makanan ke daerah yang terisolasi.
"Sejak sepekan terakhir, ada empat helikopter
yang beroperasi membantu penanganan bencana banjir dan longsor di Kalsel.
Kemarin, Satgas Udara ini membantu pasokan bahan makanan bagi korban banjir
yang terisolasi di pegunungan Meratus Kabupaten Hulu Sungai Tengah," tutur
Komandan Korem 101 Antasari Brigjen Firmansyah, Minggu (24/1).
Firmansyah, yang juga
menjabat Ketua Harian Satgas Bencana Kalsel, mengatakan meski banjir di bagian
hulu sudah surut, banjir kini turun ke wilayah hilir DAS seperti Kabupaten
Banjar, Barito Kuala, dan Kota Banjarmasin. Kemungkinan masih ada daerah-daerah
lokasi bencana yang sulit dijangkau dan terisolir.
"Kita juga meminta
bantuan semua pihak jika ada informasi akurat tentang adanya warga korban
bencana yang daerahnya terisolasi, maka satgas udara akan mengerahkan
helikopter," ujarnya.
Selain pengerahan
helikopter, upaya evakuasi dan distribusi bantuan logistik terus dilakukan tim
Satgas Bencana baik pusat maupun daerah. Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah Berry
Nahdian Furqan mengatakan meski banjir sudah surut dan aktivitas masyarakat
sudah mulai normal, masih ada beberapa lokasi bencana di kawasan pegunungan
Meratus yang perlu penanganan segera.
"Beberapa desa
terisolasi karena akses jalan terputus akibat longsor. Mereka memerlukan
bantuan lewat jalur udara," tuturnya.
Tim SAR gabungan perintah alam bersama TNI, saat ini, tengah berupaya membuka sejumlah akses jalan ke lokasi yang terisolasi menuju permukiman masyarakat lokal dayak Meratus ini. Sejauh ini, bantuan dari berbagai pihak pemerintah dan swasta terus berdatangan ke Kalsel. Sebelumnya, Pemprov Kalsel juga menerima bantuan logistik dan peralatan untuk pemulihan bencana dari Kasad yang diangkut KRI ADRI-50.(sumber:Mediaindonesia.com)