137 Warga Binaan dan 20 Petugas Lapas Perempuan Tenggarong Terpapar Corona
Kepala
Lapas Kelas II A Tenggarong, Sri Astiana saat menjelaskan kepada wartawan
terkait dengan perkembangan kasus terkonfirmasi positif di Lapas Perempuan
Tenggarong.
TENGGARONG, Sebanyak 137 warga binaan
pemasyarakatan dan 20 petugas Lapas Perempuan kelas IIA Tenggarong terpapar
positif Covid-19.
Kepala Lapas Kelas II A Tenggarong Sri
Astiana mengatakan, dari hasil pemetaan inventarisasi dan data yang ada bahwa
terkonfirmasi warga binaaan di lapas perempuan berawal kemungkinan besar dari salah
satu warga binaan yang dirawat di RSUD A.M Parkesit.
"Karena dirawat inap di RSUD A.M
Parikesit selama satu minggu, kemudian pulang ke Lapas dengan protokol
kesehatan dan langsung di isolasi mandiri, di ketahui bahwa lapas perempuan
berjumlah 364 warga binaan," Kata Sri Astiana kepada media, di Lapas
Perempuan Kelas II A Tenggarong, Rabu (24/2/2021)
Ia menambahkan, setelah berjalan selama 2
Minggu isolasi mandiri, ada warga binaan lainnya yang mengeluhkan sakit, maka
pihak lapas lakukan rapid tes,dan hasilnya reaktif, tetapi tidak satu kamar.
"Untuk menindaklanjuti hal itu, kami
melakukan tracking terhadap warga binaan yang pulang dari RSUD yang masih di
kamar isolasi melakukan rapid anti gen kembali, dan hasilnya reaktif" ucapnya.
Sri Astina juga menjelaskan yakni pada 6
Februari satu petugas Lapas yang melakukan rapid anti gen secara mandiri, di
ketahui hasilnya positif. Petugas tersebut langsung melakukan WFH.
Setelah mengetahui satu petugas terkonfirmasi
dan warga binaan yang reaktif maka pihak Lapas melakukan tracking kembali
kepada semua warga binaan dan petugas Lapas.
"Kami melakukan tracking yang hanya
berhubungan terlebih dahulu kontak erat, satu kamar" Katanya.
Kemudian pada 10 Februari 2021 tracking
kepada 16 petugas dan mendapat hasil 1 orang positif, setelah dilakukan rapid
maka pihaknya berkoordinasi dengan Dinkes Kukar dan puskesmas rapak mahang
untuk dilakukan kontak erat terhadap hasil reaktif sebelumnya,
Jadi ada 1 petugas yang di nyatakan positif
dan 40 warga binaan yang di periksa reaktif, setelah dilakukan pemeriksaan satu
kamar mendapatkan 9 orang warga binaan positif.
Pada 15 Februari 2021 ada 61 warga binaan
yang dilakukan swab serta 16 petugas, dari 61 orang tersebut didapatkan 20 orang
yang positif dan langsung melakukan
pemisahan, kemudian di evakuasi ke LPKA untuk diamankan terlebih dahulu sambil
melakukan koordinasi dengan Satgas penanganan Covid-19 Kukar.
“Pada waktu yang sama, Selanjutnya dari 16 petugas ada 5 petugas yang terkonfirmasi positif, dimana petugas tersebut adalah petugas yang piket di RSUD A.M Parikesit pada saat napi dirawat. “paparnya.
Kemudian pada tanggal 19 Februari dilakukan
kembali tracking terhadap semuanya yang dianggap kontak erat dengan hasil 20
orang kontak erat pertama.
Tracking dilakukan secata bertahap, Jadi
dilakukan kepada 45 petugas dan 252
warga binaan, dan kemarin hasilnya baru keluar ada 116 warga binaan positif dan
4 orang petugas juga positif yang piket di rumah sakit.
“Pada Selasa (23/2/2021) kemarin sudah
dilakukan tracking keseluruhan terhadap 93 orang warga binaan sisanya.”ujarnya.
Semua warga binaan berjumlah 364 sudah
dilakukan tracking baik anti gen, anti bodi, dan swab, untuk keseluruhan jumlah
petugas ada 66 orang, dengan positif 20 petugas dan di nyatakan isolasi mandiri
4 orang, selanjutnya warga binaan ada 104 berada di LKPA dan status mereka
negatif. Kemudian di Lapas Perempuan saat ini masih ada 259 WBP.(*riz/poskotakaltimnews.com)