PHM Berikan Penghargaan WCI Adipura 2020 ke Tiga Kontraktor Pengeboran
(PT Pertamina Hulu Mahakam)
JAKARTA, 5 Maret 2020 - PT Pertamina Hulu
Mahakam (PHM) selaku kontraktor Wilayah Kerja (WK) Mahakam, dengan dukungan SKK
Migas dan PT Pertamina Hulu Indonesia selaku induk usaha, memberikan sejumlah
penghargaan kepada para kontraktor pengeboran dan pengerjaan sumur.
Penghargaan itu diberikan oleh Divisi Well
Construction & Intervention (WCI) dalam acara Health, Safety &
Environment (HSE) Committee Meeting Level 3, yaitu suatu forum antara divisi di
PHM dengan para kontraktornya untuk membahas capaian HSE sepanjang 2020 dan
berbagi best practice dari sejumlah kontraktor. Kegiatan ini diadakan secara
daring pada Rabu (24/2) lalu.
Acara tersebut dibuka oleh Vice President WCI
Fata Yunus dengan dihadiri oleh para kontraktor WCI, baik yang menyediakan rig
pengeboran, barge, LCT dll. Dalam pesannya Fata Yunus menyampaikan bahwa
sepanjang 2020 WCI tidak mencatat adanya kecelakaan kerja, namun tetap harus
meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian. “Apalagi di tahun 2021 ini,
kegiatan pengeboran baik di wilayah lepas pantai (offshore) maupun rawa-rawa
(swamp) tetap tinggi, termasuk pengeboran dua sumur eksplorasi, sehingga kita
semua harus bekerja lebih baik dan lebih aman lagi,” katanya.
Divisi WCI dalam kesempatan itu memberikan
penghargaan bernama WCI Adipura 2020 kepada sejumlah kontraktor yang konsisten
menjalankan perbaikan lingkungan kerja agar tetap aman dan nyaman, mencegah
kerusakan alat dan kecelakaan, meningkatkan produktifitas dan safety, serta
menerapkan Prinsip 5 R: Ringkas, Rapih, Resik, Rawat dan Rajin. Para pemenang penghargaan itu adalah:
Kategori Drilling Rig: HAKURYU-14 (PT Japan
Drilling Indonesia), Kategori Big
Barge: ELSA 8 (PT Elnusa Trans Samudera), Kategori LCT: NESITOR-1 (PT Nesitor).
Deputi Operasi SKK Migas, Julius Wiratno
menyambut baik upaya PHM meningkatkan pelaksanaan operational excellence. "SKK
Migas memberikan apresiasi atas inisiatif yang baik dari Divisi Well
Construction & Intervention (WCI) PHM untuk meningkatkan kinerja K3LL di masa mendatang. Semoga langkah ini
menunjang kinerja operasi mengingat Blok Mahakam masih memegang peranan yang
penting bagi upaya meningkatkan produksi migas di masa mendatang dan salah satu
tulang punggung untuk mewujudkan Visi produksi minyak 1 juta barrel dan gas 12
BSCFD di tahun 2030. Kami menghargai berbagai terobosan PHM untuk meningkatkan
kinerja blok ini", kata Julius.
Sebagaimana diketahui, sepanjang 2020 PHM
telah mengebor 78 sumur pengembangan dan 1 sumur eksplorasi, serta 5028
pekerjaan well services dan 78 work over. Sementara pada 2021 ini ditargetkan
mengebor 73 sumur tajak dan 2 sumur eksplorasi, serta 4150 pekerjaan well
services dan 54 work over. Banyaknya
jumlah sumur yang harus dibor di WK Mahakam adalah dalam upaya mempertahankan
kelanjutan produksi di blok migas ini, agar tetap sesuai target Work Program
& Budget (WP&B) 2021, mengingat sebagian besar lapangan yang ada sudah
berada di fase mature dan mengalami natural decline.
Dalam
upaya optimasi biaya pengeboran, yang sebagian besar digunakan untuk membayar
sewa rig, Divisi WCI sejak 2020 telah melakukan pengeboran sebagian sumur tanpa
menggunakan rig (rigless) yang digantikan dengan penggunaan Hydraulic Workover
Unit (HWU). HWU untuk pengeboran merupakan aplikasi pertama di Indonesia yang
mayoritas pekerjaan didukung oleh Anak Perusahaan Pertamina yaitu PT Elnusa,
dan terbukti secara signifikan menurunkan biaya pengeboran. Selain itu, para
engineer di PHM juga mengembangkan berbagai inovasi dalam teknik pengeboran,
seperti: one phase well, light architecture, dll, sehingga durasi pengeboran
sumur-sumur pengembangan baik di offshore maupun swamp dapat dipersingkat
secara signifikan.(pk/poskotakaltimnews.com)