Rakor Bidang PMPD 2021, Gubernur:Curahkan Perhatian Membangunan Desa
(Pembukaan rakor bidang pemberdayaan masyarakat)
SAMARINDA - Gubernur Kalimantan Timur Dr H
Isran Noor menghadiri sekaligus membuka Rapat Koordinasi Bidang Pemberdayaan
Masyarakat dan Pemerintahan Desa Tahun 2021 di Hotel MidtownbJlalan Hasan Basri
Samarinda, Kamis, 18 Maret 2021.
Kegiatan bertema Strategi Meningkatkan Indeks
Desa Membangun di Masa Pandemi Covid-19 untuk Mewujudkan Kalimantan Timur
Berdaulat dilakukan secara daring dan luring menerapkan protokol kesehatan
Covid-19 diikuti 100 peserta, terdiri Kepala Dinas PMPD tujuh kabupaten dan
Kepala Bagian Pemerintahan dari tiga kota, serta pimpinan OPD terkait di
lingkup Pemprov Kaltim dan kabupaten/kota se Kaltim.
Hadir pula secara daring para Konsultan
Pendamping Wilayah, Tenaga Pendamping Profesional, Tenaga Ahli Kabupaten
Pendamping Desa Kecamatan dan Pendamping Lokal Desa se Kaltim.
Rakor menghadirkan narasumber pejabat
Kemendagri, Kementerian PDTT, Bappeda, BPKAD dan DPMPD Kaltim, dibuka ditandai
pemukulan gong oleh Gubernur Isran Noor didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan
Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim HM Syirajuddin.
Gubernur Isran Noor menegaskan jajaran DPMPD
provinsi dan kabupaten agar benar-benar mencurahkan perhatian dalam
pengembangan desa yang tersebar di kawasan pedalaman, perbatasan dan daerah
tertinggal.
"Desa-desa kita ini rata-rata berada di
kawasan pinggiran dan jauh dari pusat pemerintahan provinsi juga kabupaten dan
kota," kata Isran Noor.
Walaupun setiap tahun ada kenaikan status
desa, namun menurut mantan Bupati Kutai Timur ini, dimasa pandemi Covid-19 ini
tentu memberi dampak dan berimbas pada kondisi desa-desa dan kelurahan dari
segi sosial dan ekonominya.
Karenanya, diperlukan kesungguhan para
pemangku kepentingan di tingkat provinsi maupun kabupaten, termasuk pemerintah
pusat untuk mendorong pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas
aparatur desanya, termasuk penganggaran.
Disebutkannya, Kaltim dari 7 kabupaten
memiliki 841 desa, dimana ada 128 desa tertinggal dan status sangat tertinggal
4 desa.
"Semoga desa-desa yang tertinggal dan
sangat tertinggal ini bisa kita hapus segera. Tidak ada lagi untuk Kaltim dan
semua menjadi desa maju bahkan mandiri," harap orang nomor satu Benua Etam
ini.
Secara keseluruhan dari 841 desa di Kaltim,
terdiri 51 desa mandiri, 202 desa maju dan 456 desa berkembang, sisanya desa
tertinggal (128) dan empat desa sangat tertinggal.(mar/poskotakaltimnews.com)