H Tasrip : Longsor di Manunggal Jaya Akibat Ulah Manusia

img

(Pertemuan soal longsor lahan di Manunggal Jaya)

POSKOTAKALTINNEWS.COM, TENGGARONG- H Tasrip salah satu pemilik lahan kebun yang terkena dampak longsor di Gang Arjuno RT 16 Desa Manunggal Jaya Tenggarong Seberang menegaskan, kejadian longsor bukan karena bencana alam, namun karena ulah manusia. Ada kegiatan penambangan batubara yang dilakukan PT Mitra Abadi Mahakam (MAM) subkontraktor PT Bukit Baiduri Energi (BBE).

"Hal tersebut karena ulah manusia jadi kalau disebut bencana alam saya tidak mau" ucapnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Kukar diruang Banmus, yang dipimpin Wakil Ketua Didik Agung Eko Wahono dihadiri perwakilan instansi terkait termasuk dari manajemen PT BBE dan PT MAM, Senin (5/4/2021).

Masyarakat Desa Manunggal Jaya khawatir dampak tambang yang dilakukan oleh PT MAM. Kata Tasrip, pelaksanaan tambang tidak semudah apa yang dibayangkan, sekecil debu pun harus diperhitungkan.

Dengan di jembatani DPRD Kukar mudah mudahan perusahaan  akan sadar, bagaimana dari struktur KTTnya,  peran aktifnya, bagaimana UKL-UPLnya, termasuk AMDALnya, apakah sudah berjalan dengan benar atau belum.

Menurut Tasrip masyarakat Desa Manunggal Jaya adalah masyarakat yang guyub, sejak tahun 1980an tidak pernah ada gejolak.

Untuk diketahui hasil dari pertemuan yang dilaksanakan di ruang Badan Musyawarah DPRD Kukar disepakati DPRD bersama OPD terkait akan melakukan peninjauan ke lokasi longsor di Gang Arjuno RT 16 Manunggal Jaya Tenggarong Seberang.

Sementara itu Comunity Development PT BBE Rahman Virlianto menuturkan, pihaknya akan bertanggung jawab, jika hal itu terjadi karena human error (kelalaian manusia).

"Kita lihat sidak besok di lapangan seperti apa, kita buktikan dulu keadaan di lapangan, apakah kami penyebabnya longsor tersebut atau bukan? "kata Rahman.

Menurut dia, teman teman OPD saja yang memberikan penilaian terkait hal tersebut.(*riz)