DKP Budidayakan Ikan Air Tawar dan Laut
Oleh Admin1 menit baca4.778 dibaca

(Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim H Riza Indra Riadi)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA- Kepala Dinas
Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kaltim H Riza Indra Riadi menjelaskan ikan air maupun asin semakin terdesak akibat illegal fishing,
maupun kegiatan yang merusak lingkungannya, sehingga ikan-ikan ekonomis semakin
berkurang seperti ikan jelawat, biawan maupun ikan pepuyu.
“Walaupun ada seperti yang dijual dipasar, ikannya kecil-kecil dan mulai langka, dan itu yang kita genjot sekarang untuk peningkatan dan menggalakkan kembali ikan-ikan air tawar maupun ikan air laut, dengan melakukan budidaya melalui kolam maupun keramba kepada masyarakat di Danau Semayang, Melintang maupun di Danau Jempang,” kata Riza Indra Riadi.
Untuk budidaya ikan-ikan yang mulai langka lanjut Riza pihaknya bersama dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten/kota juga memberikan penyuluhan dan pembinaan termasuk bantuan untuk pakan ikan dengan mensuplay peletnya, sehingga anak-anak ikan tersebut bisa berkembang.
“Selain memberikan bantuan untuk budidaya baik ikan air tawar maupun ikan air asin, kita juga memberikan penyuluhan kepada para nelayan untuk tidak menggunakan alat yang dapat merusak lingkungan ikan, seperti bom ikan, maupun larangan penggunaan setrum ikan, oleh karena itu kita terus lakukan pemantauan dengan melibatkan TNI/Polri untuk memberikan arahan supaya tidak melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan trol yang lubangnya kecil,” paparnya.
Untuk strategisnya, kata Riza dengan pemberian bantuan untuk budidaya, karena percuma melakukan penyuludahan maupun melakukan pegawasan tanpa ada solusinya atau jalan keluarnya, oleh karena itu upaya yang terbaik adalah melakukan pengawasan sambil memberikan bantuan seperti keramba, jaring terapung, termausk bibit-bibit ikan plus pakannya.
“Sehingga dengan begitu, masyarakat tidak lagi melakukan yang terlarang dalam penangkapan ikan, tetapi para nelayan kembali pada budidaya, itu kuncinya sehingga yang penangkapan dapat kita kurangi, untuk memberikan kesempatan ikan-ikan yang mulai langka tersebut untuk berkembang lagi,” kata Riza Indra Riadi.(mar)



