Pasca Banjir, Diare dan Penyakit Kulit Rentan Diderita Warga
(Kadinkes Berau Iswahyudi)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG REDEB- Kepala Dinas
Kesehatan (Dinkes) Berau Iswahyudi menegaskan musibah banjir yang melanda sekitar 15 kampung tersebar di 4 kecamatan,
yakni
Kecamatan Sambaliung, Teluk Bayur, Segah dan Kelay baru baru ini,
dengan air telah surut bukan berarti warga terdampak telah aman.
Tetapi hal lain harus tetap diantisipasi terutama
menyangkut kesehatan masyarakat terlebih ditengah pandemi Covid-19 imun tubuh warga harus tetap terjaga. Dampak lain akibat banjir
menyebabkan kekurangan air bersih, sehingga apabila dibiarkan rentan
menimbulkan penyakit diare dan penyakit kulit bagi warga pasca banjir.
“Daerah terkena banjir
umumnya penyakit yang muncul di masyarakat khusus penyakit diare dengan
penyakit kulit. Itu sebabnya ketersediaan air bersih harus selalu tersedia di
kampung terdampak banjir sehingga tatkala masyarakat perlu bisa cepat
memperoleh guna meminimalisir serangan penyakit diare terhadap warga,” ungkap
Iswahyudi saat dijumpai usai mengikuti rapat koordinasi evaluasi penanganan
banjir sungai kelay, Rabu (19/5) di kantor Bupati Jl APT Pranoto.
Masih menurut nya, hal
ketersediaan air bersih disetiap kampung terkena banjir telah dikoordinasi kan
dengan bupati agar bisa disuplai. Sebab saat ini Dinkes tengah berfokus
mengantisipasi munculnya penyakit terhadap masyarakat pasca banjir. Syukur saja
banjir yang melanda belasan kampung di Bumi Batiwkkal jenis mengalir. Sehingga
penyakit yang diakibatkan adanya kencing tikus dan bakteri lain tidak mudah
terjadi, karena airnya mengalir.
“Namun yang namanya hidup ditengah genangan air beberapa
hari pasti ada gejala penyakit nantinya, sehingga itu yang harus kita
antisipasi sejak dini. Teritama penyakit kulit berupa gatal-gatal terutama
anak-anak yang sering berenang di air banjir sangat rentan,” ujar Iswahyudi.
Saat ditanyakan fasilitas kesehatan (fakes) berupa
Puskesmas yang mengalami rusak dan ada beberapa obat obatan rusak juga akibat
terendam air saat kebanjiran melanda, Iswahyudi menambahkan, memang untuk fakes
yang terdampak banjir hanya Puskesmas Kampung Tumbit Sari Kecamatan Teluk Bayur
dan Kampung Long La’ai Kecamatan Segah. “Namun yang sangat kami syukuri, kerusakan
dikedua Puskesmas saya maksud tidak terlalu parah sehingga masih bisa
dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan terhadapa warga. Khusus di Long La’ai
selain bangunan ada mengalami amblas ada beberapa obat-obatan juga yang
terendam air, termasuk arsip. Namun semua telah kita sikapi supaya pelayanan
kesehatan tetap jalan,” imbuh Iswahyudi. (sep)