Rabu, 28 Oktober 2026
Poskotakaltimnews.com

Semua Harus Siap Siaga Menghadapi Bencana

Oleh Admin2 menit baca4.546 dibaca

Semua Harus Siap Siaga Menghadapi Bencana
BagikanWhatsAppFacebookX

Sekprov Sa’bani  saat membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi  Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD)  se Kaltim tahun 2021.

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Bencana tidak bisa diprediksi kapan akan terjadinya. Karena itu perlu adanya upaya bersama, antara  pemerintah dengan lembaga dunia usaha dan seluruh lapisan  masyarakat untuk bersama-sama membantu  meringankan beban korban akibat dari bencana.

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Ir Muhammad Sa’bani     mengatakan,  semua perlu menyadari jika alam dan lingkungan hidup dewasa ini, sudah banyak berubah, sehingga perlu adanya langkah dan upaya-upaya mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana, maupun dalam upaya untuk penanganan pasca bencana.

"Karenanya kita  harus siap siaga dalam menghadapi segala kemungkinan yang terjadi dalam kehidupan kita khususnya dalam menghadapi  berbagai bencana, maupun penanganan pasca bencana" kata Sa’bani  saat membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi  Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD)  se Kaltim tahun 2021, yang dilaksanakan BPBD Provinsi Kaltim dengan tema Sinergitas Penanganan Pasca Bencana di Kaltim,  yang  digelar di Ballroom Hotel Harris Samarinda, Kamis ( 20/5/2021). 

Sa’bani mengatakan, saat ini di  beberapa  kecamatan di Kabupaten Barau dan di Kutim telah dilanda banjir, oleh karena itu perlu  perhatian  semuanya untuk  bersinergi  bagaimana penanganan pascaa bencanya, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

“Jadi kita tidak bisa saling menyalahakan, apabila sudah terjadi bencana, yang kita perlukan bagaimana mitigasinya, bagaimana merehabilitasinya dan bagaimana merekonstruksinya kembali agar bencana-benacana  tersebut betul-betul kita kurangi, sehingga tidak berpengaruh terhadapan kehidupan masyarakat,” pesannya.

Sa’bani juga  mengingatkan kepada seluruh kabupaten/kota untuk dapat melakukan tindakan-tindakan metigasi dan operasi darat apabila terdapat kalau itu terjadi pada kebakaran hutan dan lahan, apabila ada titik-titik spot yang ditemukan  dapat berpotensi  menyebabkan kebakaran hutan dan lahan, dengan cepat melakukan pemadaman titik api tersebut.

“Untuk kawasan-kawasan yang sering terjadi  banjir yang genangannya terjadi sampai dua atau tiga hari, itu diidentifikasi sumber penyebanya, kenapa air tidak mengalir dengan baik, dan kita tidak boleh menyalahkan hujan, karena itu hujan bisa menjadi anugrah dan rahmat dan membawa kebaikan, yang terpenting bagaimana mengendalikan air dengan baik, dan itu harus dicari solusinya,” tandasnya.

Menurut Sa’bani, semua kerusakan yang terjadi akibat ulah manusia juga, karena tidak rapi dalam melakukan aktivitas, mislanya pemanfaatan lahan, pembangunan pemukiman dan perumahan dan sebagainya.

“Tanah kosong yang seharusnya ditata, tidak ditata, juga kecepatan pertumbuhan penduduk dan pemukiman tidak terkendali, dan tidak bisa diantisipasi dengan baik, akibatnya air tidak bisa dikendalikan, sehingga menyebabkan  banjir, oleh karena itu perlu dilakukan antisipasi dan tindakan-tindakan sesuai koridor hukum yang berlaku,”pesan Sa’bani.(mar)

BagikanWhatsAppFacebookX