Semua Harus Siap Siaga Menghadapi Bencana
Oleh Admin2 menit baca4.546 dibaca

Sekprov Sa’bani saat membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD) se Kaltim tahun 2021.
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Bencana tidak bisa diprediksi kapan akan terjadinya. Karena itu perlu adanya upaya bersama, antara pemerintah dengan lembaga dunia usaha dan seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama membantu meringankan beban korban akibat dari bencana.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Ir Muhammad Sa’bani mengatakan, semua perlu menyadari jika alam dan lingkungan hidup dewasa ini, sudah banyak berubah, sehingga perlu adanya langkah dan upaya-upaya mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana, maupun dalam upaya untuk penanganan pasca bencana.
"Karenanya kita harus siap siaga dalam menghadapi segala kemungkinan yang terjadi dalam kehidupan kita khususnya dalam menghadapi berbagai bencana, maupun penanganan pasca bencana" kata Sa’bani saat membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD) se Kaltim tahun 2021, yang dilaksanakan BPBD Provinsi Kaltim dengan tema Sinergitas Penanganan Pasca Bencana di Kaltim, yang digelar di Ballroom Hotel Harris Samarinda, Kamis ( 20/5/2021).
Sa’bani mengatakan, saat ini di beberapa kecamatan di Kabupaten Barau dan di Kutim telah dilanda banjir, oleh karena itu perlu perhatian semuanya untuk bersinergi bagaimana penanganan pascaa bencanya, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
“Jadi kita tidak bisa saling menyalahakan, apabila sudah terjadi bencana, yang kita perlukan bagaimana mitigasinya, bagaimana merehabilitasinya dan bagaimana merekonstruksinya kembali agar bencana-benacana tersebut betul-betul kita kurangi, sehingga tidak berpengaruh terhadapan kehidupan masyarakat,” pesannya.
Sa’bani juga mengingatkan kepada seluruh kabupaten/kota untuk dapat melakukan tindakan-tindakan metigasi dan operasi darat apabila terdapat kalau itu terjadi pada kebakaran hutan dan lahan, apabila ada titik-titik spot yang ditemukan dapat berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan, dengan cepat melakukan pemadaman titik api tersebut.
“Untuk kawasan-kawasan yang sering terjadi banjir yang genangannya terjadi sampai dua atau tiga hari, itu diidentifikasi sumber penyebanya, kenapa air tidak mengalir dengan baik, dan kita tidak boleh menyalahkan hujan, karena itu hujan bisa menjadi anugrah dan rahmat dan membawa kebaikan, yang terpenting bagaimana mengendalikan air dengan baik, dan itu harus dicari solusinya,” tandasnya.
Menurut Sa’bani, semua kerusakan yang terjadi akibat ulah manusia juga, karena tidak rapi dalam melakukan aktivitas, mislanya pemanfaatan lahan, pembangunan pemukiman dan perumahan dan sebagainya.
“Tanah kosong yang seharusnya ditata, tidak ditata, juga kecepatan pertumbuhan penduduk dan pemukiman tidak terkendali, dan tidak bisa diantisipasi dengan baik, akibatnya air tidak bisa dikendalikan, sehingga menyebabkan banjir, oleh karena itu perlu dilakukan antisipasi dan tindakan-tindakan sesuai koridor hukum yang berlaku,”pesan Sa’bani.(mar)



