Kantor Disdik Kukar “Dikepung” Mahasiswa

img

TENGGARONG, Aktivitas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Selasa (02/5/2017) pagi tak seperti biasanya. Pasalnya, kantor tersebut “dikepung” puluhan mahasiswa Kukar dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan  Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kutai Kartanegara (Kukar),mereka lakukan aksi demo dalam rangka peringatan hari pendidikan.

Dalam aksi itu para mahasiswa menuntut kepada pemerintah untuk melakukan perbaikan kualitas pendidikan Kukar, baik infratruktur, fasilitas, dan suprastruktur sebagaimana amanat UUD 1945 pasal 31 ayat 5.

Selain itu juga meminta memaksimalkan anggaran pendidikan 20 persen secara tepat sasaran.

Meraka juga mempertanyakan esensi dan subtansi kegiatan belajar pendidikan Bahasa Inggris ke Cambridge University karena sebelum kegiatan ini pernah ada kegiatan ke Australia yang tidak ada kontribusinya untuk kemajuan pendidikan,

”Hari ini juga kami kembali mempertanyakan tentang kelanjutan bangunan Unikarta Tenggarong Seberang yang dibangun pada tahun 2006 yang terhenti sekaligus kami mendorong pemerintah untuk segera men-Negrikan Unikarta tersebut,” kata Koordinator aksi, Andi Aswar.

Plt. Kepala Disdikbud. Kukar, Hifsi G.Fachrannas beserta Jajarannya menerima para pengunjuk rasa. Pihaknya menyambut baik apa yang dilakukan oleh para mahasiswa namun Hifsi meminta hal seperti ini bisa diagendakan setiap tiga bulan sekali secara rutin dan tidak harus menunggu moment Hardiknas. ”Kami menganggap mahasiswa melalui Organisasi-organisasinya merupakan balance atau penyeimbang kami sehingga apa yang kita jalankan kedepan pelaksanaan pendidikan itu diketahui bersama sehingga terbuka atau transparan,” katanya.

Hifsi mengatakan bahwa tugas untuk memajukan pendidikan di Kukar, bukan hanya tanggungjawab pemerintah, tapi semua elemen yang ada.

. ”Peran Pemerintah, Mahasiswa, Orang Tua, Masyarakat, CSR harus didorong supaya bersama-sama bertanggung jawab atas pendidikan karena jika semua itu dibebankan biayanya ke pemerintah maka 10an Triliun hanya untuk biaya itu saja sehingga yang kita lakukan saat ini masih tambal sulam,” katanya.awi/poskotakaltinnews.com