Gubernur: Fokus Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional
Gubernur
Kaltim H Isran Noor menghadiri Hari
Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara Ke-75,
yang dilaksanakan di Gedung Mahakam Polda Kaltim
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,BALIKPAPAN
-
Gubernur Kaltim H Isran Noor menghadiri
Hari Ulang Tahun (HUT)
Bhayangkara Ke-75, yang dilaksanakan di
Gedung Mahakam Polda Kaltim, Kamis
(1/6/2021).
Tahun ini HUT Bhayangkara mengangkat
tema "Transformasi Polri yang
Presisi Mendukung Percepatan Penanganan Covid-19 untuk Masyarakat Sehat dan
Pemulihan Ekonomi Nasional Menuju Indonesia Maju". Secara nasional HUT
Bhayangkara dipimpin langsung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dari Istana
Negara Jakarta melalui telekonferensi.
Hadir sebagai tuan rumah Kapolda Kaltim Irjen Pol Herry Rudolf Nahak, Pangdam VI
Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto, Ketua DPRD Kaltim H Makmur HAPK dan unsur
Forkompimda Kaltim.
Gubernur Isran Noor sangat mengapresiasi tema peringatan HUT Bhayangkara tahun ini
yang secara khusus fokus terhadap penanganan pandemi Covid-19 dan Pemulihan
Ekonomi Nasional (PEN). Apalagi kasus positif Covid-19 di Kaltim terus
meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
"Dirgahayu Polri. Terima kasih atas
pengayoman dan pelayanan yang sudah diberikan kepada masyarakat. Mari kita
bersama dalam penanganan pandemi Covid-19, sekaligus pemulihan ekonomi
masyarakat," ucap Isran Noor usai acara.
Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam
arahannya menyampaikan apresiasi atas kerja-kerja dan jasa yang disumbangkan
jajaran Polri di seluruh wilayah Indonesia.
"Saya ucapkan selamat kepada seluruh
jajaran Polri. Saya juga memberikan
apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja keras Polri dalam
penanganan Covid-19, selain melaksanakan tugas pengayoman kepada
masyarakat," puji Presiden Joko Widodo.
Pesan lain disampaikan mantan gubernur DKI
Jakarta dan wali kota Solo ini agar meski fokus bersama TNI dan pemerintah
daerah untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, Polri tidak
boleh lengah dengan tugas pokoknya untuk memberikan pelayanan, perlindungan dan
pengayoman kepada masyarakat.
Dia mengingatkan bahwa bentuk ancaman
terhadap negara dengan berbagai cara dan kepentingannya, dewasa ini semakin
kompleks.
"Polri harus berpacu dengan iptek agar
tidak kalah dengan pelaku kejahatan," tegas Presiden.
Presiden juga mengingatkan agar penggunaan
kewenangan untuk melakukan penangkapan, penahanan, penggeledahan, penyitaan dan
seterusnya, harus dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab.
Alasan Presiden, karena Indonesia adalah
negara Pancasila, negara demokrasi dan negara yang menjunjung tinggi hak asasi
manusia (HAM)
"Polri bukan hanya harus tampil tegas,
tetapi juga harus menjadi pengayom dan pelindung serta melayani masyarakat
luas," pesan Jokowi lagi.
Pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo juga melakukan dialog jarak jauh dengan Kapolres Timika di Papua, Kapolres Bangkalan di Jawa Timur, Kapolda Riau dan Kapolda Jawa Barat.
Beberapa hal ditanyakan Presiden Joko Widodo
mulai soal keamanan di Papua, penanganan Covid-19 di Bangkalan, penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau
dan persiapan penerapan PPKM Mikro darurat di Jawa Barat.
"Selamat bertugas dan memberikan
pengabdian terbaik kepada rakyat, bangsa dan negara. Dirgahayu Polri. Mohon doa
restu, semoga pandemi ini bisa segera kita akhiri dan ekonomi Indonesia bisa
pulih kembali," tutup Jokowi. (mar)