Isran Noor Sebut IKN Kebanggaan Bangsa dan Dunia
(Isran Noor)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor mengikuti Talk Show "Mengawal dan
Menata Ibu Kota Negara (IKN) Baru di Sepaku-Samboja Kaltim" secara virtual
yang digagas Universitas Balikpapan (Uniba) dari ruang Heart of Borneo (HoB)
Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (06/07).
Talk show ini
menghadirkan sejumlah nara sumber, yakni Sekda Penajam Paser Utara (PPU)
Muliadi, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto, Rektor
Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono, Rektor Universitas Mulawarman
Masjaya, Rektor Universitas Bosowa Muhammad Saleh Pallu dan Rektor Uniba Isradi
Zainal.
Gubernur Isran Noor
mengapresiasi kegiatan talk show yang secara khusus membahas tentang kesiapan
Kaltim dalam menyongsong pemindahan ibu kota negara (IKN) ke sebagian wilayah
Sepaku-Penajam Paser Utara dan Samboja-Kutai Kartanegara. Terlebih talk show
yang dikemas dalam webinar ini menghadirkan nara sumber dan pakar di bidangnya.
“Saya berterima kasih
atas segala pandangan dan pemikiran dari para nara sumber, dari pakar. Yang
jelas ibu kota negara ini menurut saya adalah milik bangsa, milik negara, milik
generasi anak cucu negara ini. Yang kedua, IKN baru ini bukan hanya dimiliki
oleh rakyat dan bangsa ini saja, tetapi dimiliki bangsa-bangsa di dunia. Yang
menjadi lambang atau sebuah kebanggaan bangsa dan negara Indonesia,” kata Isran
Noor.
Menurut Isran Noor,
berdasarkan daripada keinginan dan harapan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi),
bahwa ini IKN di Sepaku-Samboja ini merupakan satu-satunya ibu kota negara yang
berwawasan lingkungan. Dengan konsep pembangunan Forest City, dengan visi
smart, green, beautiful and suistanable.
“Dari beberapa
diskusi dengan Pak Jokowi, konsep forest city tersebut mempertahankan ruang
terbuka hijau (RTH) hingga 70-75 persen. Nantinya, jarak dari gedung satu
dengan gedung lain minimal 1,5 kilometer. Terkecuali pusat pemerintahan, istana
negara, gedung parlemen, kementerian pertahanan yang berdekatan. Jadi antara
gedung dengan gedung kementerian/lembaga itu adalah hutan. Dan arus lalu
lintasnya bukan di permukaan, melainkan di underground atau bawah tanah. Jadi
dipermukaan itu adalah hutan,” jelas mantan Bupati Kutai Timur ini.
Pada kesempatan ini,
Gubernur Isran Noor didampingi Kepala Bappeda Kaltim HM Aswin menyaksikan
penandatanganan nota kesepahaman antara Uniba dengan PII, Pemkab PPU, UGM dan
Universitas Bosowa dalam hal upaya pengembangan dan menjalin kerja sama
pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud Tri
Dharma Perguruan Tinggi. (mar)